kumparan
20 Sep 2019 23:14 WIB

Petugas Damkar Kobar Diperiksa Kadar CO Dalam Paru

Pemeriksaan kadar CO² pada Kasatpol PP dan Damkar Kobar Majerum Purni. (Foto: Joko Hardyono)
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT -Sebanyak 31 petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan cukup mengejutkan, hampir sebagian petugas Damkar mengidap karbon monoksida atau CO yang tinggi.
ADVERTISEMENT
Hasil pemeriksaan yang dilakukRata-rata ppm Gas CO petugas Damkar Kobar yang diperiksa menggunakan alay smoke analizer, di Markas Damkar Kobar, Kamis (19/9).
Pemeriksaan kesehatan Tim Damkar Kobar ini dilakukan atas inisiatif RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk mengetahui nilai ppm gas CO dalam paru-paru petugas Damkar Kobar yang selama ini bertugas untuk memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Dokter Spesialis Paru RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr. Zainudin Azis menjelaskan, bahwa beberapa petugas yang setelah diperiksa diketahui memiliki kadar CO mencapai skor diatas angka 10 akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mmegetahui penyebabnya.
"Kemungkinan bisa saja ada individu yang mengidap penyakit penyerta lainnya yang bisa menaikkan kadar CO. Karena seseorang yang diketahui mengidap penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) kadar karbon dioksida atau CO² juga tinggi. Bisa saja hal ini mempengaruhi hasil periksaan tadi," jelas Zainudin.
ADVERTISEMENT
Tindaklanjutnya, petugas yang sebagian nilai kadar CO² diatas batas normal akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mereka juga disarankan untuk beristirahat minimal 24 jam. "Bila diketahui ada petugas Damkar yang memiliki kadar CO diatas akor 10 ppm, maka disarankan untuk beristirahat minimal 24 jam. Sehingga dalam tugasnya melakukan pemadaman karhutla disa dilakukan per shift. Selain itu petugas yang bersangkutan juga  disarankan untuk mendapatkan asupan makan bergizi," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kobar Majerum Purni mengatakan, bahwa petugas Damkar yang hasil pemeriksaanya diketahui memiliki kadar CO yang tinggi, shift kerjanya akan diberikan pada siang hati saja.
"Selain itu kami akan berkoordinasi dengan BPBD Kobar terkait pengadaan masker standar agar petugas damkar mendapatkan perlindungan yang lebih aman terhadap kabut asap," pungkasnya. (Joko Hardyono)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan