kumparan
search-gray
News1 April 2020 17:28

Rakhman Sarankan Kemenag Hentikan atau Perpanjang Pelunasan Biaya Haji 2020

Konten Redaksi Infopbun
IMG-20200401-WA0078.jpg
Wakil Ketua Komisi III DPD RI H Muhammad Rakhman.
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag memutuskan pelunasan biaya haji 2020 hanya bisa dilakukan melalui mekanisme tanpa tatap muka atau non teller. Demi mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19, kebijakan ini diperpanjang hingga 21 April 2020.
ADVERTISEMENT
Menurut Wakil Ketua Komisi III DPD RI H Muhammad Rakhman, cukup mengkhawatirkan ditengah nilai tukar rupiah yang begitu lemah terhadap dollar amerika. "Sekarang Rp 16 ribu lebih, saya kawatir akan mengganggu pengadaan akomodasi selama di saudi arabia, BPKH harus jeli menghitung berapa yang harus disubsidikan ke pelaksanaan haji reguler, untuk pelaksanaan haji plus juga dengan angka yang begitu tinggi ini membuat harga haji semakin tinggi.
Disatu sisi pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyuruh melakukan penangguhan pembayaran dan penyediaan terhadap akomodasi dan fasilitas disana, tapi disisi lain pemerintah kita tetap menyuruh kita melakukan pelunasan dan akan berakhir dalam bulan april ini," ujar Rakhman, Selasa (1/4) kepada InfoPBUN.
Rakhman meneruskan, ada dua faktor yang menjadi masalah, pertama sanggupkah pemerintah/BPKH menyediakan seluruh belanja untuk jamaah dengan harga yang sudah disepakati bersama DPR dengan angka dollar yang begitu tinggi. "Kedua kalaulah kepastian dari pemerintah arab saudi nanti terjadi timelimit mendekati masa haji bisakah Kemenag menyediakan semuanya," tandasnya.
ADVERTISEMENT
Rakhman menyarankan, pemerintah pusat menghentikan sementara atau memperpanjang masa biaya pelunasan haji. "Sebenarnya harus dihentikan, karena hajinya belum pasti, kenapa harus disuruh melunaskan. Terus uangnya mau diapakan. Kalau diperpanjang, perpanjang saja sampai rilis resmi yang keluar dari Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi dan sebagai catatan bilamana nanti atas kehendak Allah SWT memang haji belum diselenggarakan jamaah boleh kembali menarik biaya pelunasannya," imbuhnya.
"Saya berdoa semoga Allah SWT dan Rosulullah SAW mengizinkan kita untuk berhaji dan ziarah pada tahun ini," tuturnya.
Sementara itu, Seruan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammad Benten, yang disiarkan stasiun televisi pemerintah setempat hari Selasa (1/4) menyatakan, umat Islam diminta sabar menunggu kejelasan dari pemerintah Saudi yang berharap wabah COVID-19 segera berakhir.
ADVERTISEMENT
Mohammad Benten mengatakan Kerajaan Arab Saudi siap melayani para jamaah dalam hal apa pun, tetapi prioritasnya adalah keselamatan umat Islam.
"Umat Islam harus menunggu sebelum membuat rencana berhaji sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang virus corona," ujar Mohammad Beten dikutip dari Asharq Al-Awsat.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white