News
·
20 Oktober 2020 20:30

Remaja Perempuan di Sampit Dipaksa dan Diancam Layani Hasrat Seks Ayahnya

Konten ini diproduksi oleh InfoPBUN

Pelaku Mengaku Khilaf Setelah 5 Tahun Setubuhi Anaknya

Remaja Perempuan di Sampit Dipaksa dan Diancam Layani Hasrat Seks Ayahnya (128558)
Ilustrasi(Dokumen Kumparan).
InfoPBUN, SAMPIT- Pria berinisial ST yang mencabuli atau menyetubuhi anak kandungnya selama kurang lebih 5 tahun di Sampit mengaku khilaf atas perbuatannya. Ia selalu memaksa dan mengancam anaknya untuk melayani napsu seksnya.
ADVERTISEMENT
"Saya khilaf. Saya tidak tahu kenapa bisa napsu dengan anak saya sendiri," ujar ST saat ditanyai oleh Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, Selasa (20/10).
Mrskipun mengakui khilaf, pria yang berprofesi sebagai sopir angkut tersebut sering memaksa dan mengancam korban ketika hendak melakukan aksi bejatnya.
"Setiap kali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban, pelaku selalu memaksa dan mengancam. Hal ini membuat korban tidak bisa melawan," ujar Kapolres.
Perbuatan terlarang sejak korban berusia 11 tahun tersebut semakin leluasa ketika korban bersekolah di Sampit, sedangkan ibu dan adik-adiknya tinggal di Mentaya Hulu.
"Saat korban tinggal di Sampit, pelaku semakin leluasa melakukan aksi bejatnya. Warga sekitar tempat anaknya tinggal tidak pernah mencurigai karena memang pelaku adalah ayah korban," terang Jakin.
ADVERTISEMENT
Saat berhubungan badan terakhir, pelaku sempat mengancam korban jika melapor maka korban tidak akan pernah melihat lagi ibu dan adik-adiknya.
"Bahkan jika sampai dilaporkan oleh korban, pelaku mengancam tidak akan menafkahi mereka dan menceraikan istrinya," tambah Kapolres.
Tidak tahan dengan perbuatan bejat ayahnya yang lebih 10 kali, korban yang saat ini bersekolah di salah satu SMA akhirnya melaporkan kepada pamannya.
"Laporan kita terima tanggal 5 Oktober 2020 langsung kita lakukan penangkapan terhadap pelaku," ujar Kapolres.
Saat ini pelaku sudah mendekam di jeruji besi Mapolres Kotim. Pelaku diancam hukuman 10 tahun penjara dan bisa lebih karena yang menjadi korban adalah anak kandungnya.