kumparan
KONTEN PUBLISHER
28 Oktober 2019 13:20

Satgas Anti Mafia Bola Amankan Perangkat Pertandingan Kalteng Putra

IMG-20191028-WA0059.jpg
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan Saat Presrilis terkait dugaan mafia bola yang dilakukan perangkat Pertandingan Kalteng Putra, Senin 28 Oktober 2019. (Foto: Arnoldus)
InfoPBUN, PALANGKA RAYA - Sepak bola tanah air kembali dihebohkan dugaan kecurangan. Mengapa tidak? Setelah kasus mafia bola yang menyeret beberapa petinggi PSSI, kali ini Satgas Antimafia Bola kembali mengamankan sembilan perangkat pertandingan dalam laga Laskar Isen Mulang versus Persela Lamongan.
ADVERTISEMENT
Kesembilan perangkat pertandingan tersebut yaitu Ikhsan Prasetya Jati selaku wasit, Muchlish selaku asisten wasit 1, Karnedi selaku asisten wasit 2, Dodi Setia P selaku wasit cadangan, Jerry Elly sebagai inspektur wasit, Fani Adi Nugroho sebagai komisi pertandingan, Khairul Fahmi sebagai bendahara Kalteng Putra, Febri Agung sebagai bendahara panpel dan Hamzin (LO).
Laga yang mengunggulkan anak asuhan Gomes de Oliviera dengan skor 2-0 di stadion Tuah Pahoe tersebut tercium aroma kurang sedap berupa dugaan pengaturan skor.
Berkaitan dengan dugaan mafia bola dalam pertandingan tersebut, Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam rilisnya membenarkan adanya penangkapan terhadap sembilan perangkat pertandingan dalam laga Kalteng Putra versus Persela Lamongan di Hotel Fovere Palangka Raya, Minggu 27 Oktober 2019.
ADVERTISEMENT
” Kami sampaikan bahwa ada penangkapan terhadap sejumlah wasit dan perangkat pertandingan Kalteng Putra lainnya oleh tim satgas mafia bola mabes Polri dan dibantu oleh Polda Kalteng,” kata Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam konferensi pers tadi pagi.
"Diperiksa itu mulai dari wasit, asisten wasit, wasit cadangan, inspektur wasit, komisi pertandingan. bendahara klub Kalteng Putra, bendahara panpel Kalteng Putra, serta seorang penghubung alias LO," ujarnya.
Pemeriksaan yang dilakukan diruangan ditreskrimum Polda Kalteng, petugas kepolisian menelusuri aliran dana terhadap sejumlah perangkat pertandingan dan dokumen-dokumen terkait.
"Yang diamankan itu rekening pribadi dan beberapa dokumen penting lainnya. Semuanya kita periksa dan telusuri," jelas Kabid.
Dari hasil pemeriksaan, dugaan mafia bola yang dilakukan oleh IPJ dkk tidak terbukti. Aliran dana kepada rekening milik para perangkat pertandingan tersebut merupakan pembayaran honor.
ADVERTISEMENT
" Ternyata memang aliran uang itu merupakan honornya mereka yang selama ini dibayar lewat rekening," ujar Hendra.
Diakhir rilis, Hendra mengatakan penelusuran terhadap pergerakan perangkat Pertandingan Kalteng Putra versus Persela tersebut didasarkan adanya informasi yang diperoleh Satgas Anti Mafia Bola dan adanya pemberitaan miring tentang persoalan gaji yang menimpa Sukadana dan kawan-kawan beberapa waktu lalu.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan