News
·
19 April 2021 20:12

Selama Ramadhan, Warga Kalteng Diminta Waspadai 3 Titik Penyebaran Corona

Konten ini diproduksi oleh InfoPBUN
Selama Ramadhan, Warga Kalteng Diminta Waspadai 3 Titik Penyebaran Corona (87535)
Ilustrasi.
PALANGKA RAYA- Kasus positif Corona di Provinsi Kalimantan Tengah terus bertambah, tidak terkecuali pada momentum lebaran yang berlangsung kurang lebih sepekan ini.
ADVERTISEMENT
Sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona pada bulan suci ini, Tim Satgas COVID-19 Kalteng mengimbau kembali masyarakat untuk mewaspadai sejumlah titik tertentu yang berpotensi terjadinya kerumunan hingga penyebaran COVID-19.
“Pertama kita harus mewaspadai di titik perbelanjaan ketika orang-orang mencari takjil atau makanan untuk berbuka," ujar Ketua Satgas COVID-19 Kalteng, Sugianto Sabran, Senin (19/4).
Selain pasar takjil, pemerintah juga meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan di Masjid.
"Kalau di Masjid itu sudah ada aturan bahwa jumlah jamaah yang hadir 50 persen dari kapasitas Masjid dan harus jaga jarak," ujarnya.
Selain itu, tempat ketiga yang harus diwaspadai terkait penyebaran Corona ialah rumah makan atau restoran dan sejenisnya.
"Tempat-tempat pariwisata, restoran juga harus kita waspadai terkait dengan penyebaran COVID-19," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Berkaitan dengan pengurangan kapasitas untuk beribadah di Masjid pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri dimasa pandemi ini, KH. Nasarudin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal berpesan agar umat muslim bisa memaknai Ramadhan dan Idul Fitri di tengah pandemi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan sejumlah aturan pemerintah lainnya terkait upaya pencegahan Corona.
“Kami menyampaikan kepada umat Islam, memang pergi ke masjid itu mulia. Tapi kalau ada masalah darurat yang lebih utama kita di rumah saja. Mencegah bahaya itu jauh lebih besar daripada mengejar manfaat. Bagaimanapun juga pergi ke masjid itu hukumnya sunat, tarawih itu sunat, bahkan salat Idul Fitri itu sunat," terangnya.
Bagi KH. Nasarudin, Istiqlal perlu tampil menjadi contoh masjid-masjid di Indonesia dalam hal menjaga protokol kesehatan dan membatasi kapasitas jamaah mereka.
ADVERTISEMENT
“Caranya tentu dengan memilih redaksi yang paling santun agar jamaah tidak tersinggung dengan pembatasan kami ini," ujarnya.