News
·
24 November 2020 9:50

Sengketa Lahan Tambang Emas Ilegal di Katingan Tewaskan Satu Orang

Konten ini diproduksi oleh InfoPBUN

Polisi: Pelaku Masih dalam Pengejaran 

 Sengketa Lahan Tambang Emas Ilegal di Katingan Tewaskan  Satu Orang (14056)
Polisi saat berada di TKP mengevakuasi jenazah korban dan melakukan olah TKP. (FOTO: Dokumen Polisi).
KASONGAN- Tambang emas ilegal di Kalimantan Tengah kembali memakan korban. Setelah kasus terkuburnya 10 pekerja tambang rakyat di Arut Utara, Kotawaringin Barat akibat longsor, kali ini di Sanaman Mantikei, Katingan seorang pria tewas dibunuh akibat rebutan lahan tambang.
ADVERTISEMENT
Tewasnya pria bernama Bowos(38) di wilayah Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan berawal dari perkelahian dengan Usin. Keduanya saling rebut lahan tambang rakyat ilegal yang berada di Km 48 Jamparan.
"Persoalannya yakni tentang lahan tambang ilegal," ujar Kapolres Katingan Andri Iswan Ansyah melalui Kapolsek Sanaman Mantikei Ipda Syaiful, Selasa (24/11).
Menurut Kapolsek, perkelahian maut tersebut terjadi pada Jumat 23 November 2020 di Desa Tumbang Manggu. Saat itu korban mengajak dua rekannya yakni Zakaria dan Haris untuk menemui Usin.
Ketiga orang yang merupakan warga Palangka Raya ini akhirnya menemui Usin yang saat itu ditemani oleh dua anaknya bernama Frenki dan Frenodie.
"Berdasarkan informasi waktu di TKP antara Bowos dan Usin terjadi perdebatan. Setelah itu Bowos yang merupakan korban mengambil pisau dan menyerang Usin. Usin pun demikian mengambil parang," ujar Kapolsek.
ADVERTISEMENT
Saat menangkis serangan Bowos, parang yang dimiliki Usin terjatuh. Saat itulah Frenodie yang merupakan anak Usin mengambil parang tersebut lalu melakukan serangan terhadap Bowos hingga keluar dari pondok. Serangan dari Frenodie membuat korban mengalami luka disekujur tubuh hingga akhirnya tersungkur lalu tewas di TKP.
Usai kejadian tersebut, dua teman korban langsung menuju Mako Polsek Sanaman Mantikei dengan jarak tempuh yang lumayan jauh. Usai mendapat laporan, pihak kepolisian sedikit sulit menanganinya karena kondisi alam yakni banjir saat menuju TKP.
"Meskipun ada sedikit kendala alam, tetapi persoalan ini sudah dan sedang ditangani oleh kami," ujar Syaiful.
"Saat ini pelaku bernama Fredonie sedang dikejar, sementara saudaranya Frengki sudah diamankan untuk dimintai keterangan," tambahnya.
ADVERTISEMENT