kumparan
18 Sep 2019 22:30 WIB

Status Siaga Bencana Karhutla di Kobar Diperpanjang

Bupati Kobar Nurhidayah pimpin rapat evaluasi penanganan Karhutla di Kantor BPBD Kobar. (Foto: Joko Hardyono)
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) resmi memperpanjang status siaga bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kobar. Hal ini diungkap Bupati Kobar, Nurhidayah usai menggelar Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla di Aula Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Kobar pada Selasa Siang (17/9).
ADVERTISEMENT
Status Siaga Bencana Karhutla yang berakhir 24 September 2019 ini akan diperpanjang hingga 30 Oktober 2019. Diperpanjangnya status siaga bencana ini karena melihat kondisi kabut asap akibat Karhutla yang menyelimuti Kabupaten Kobar masih tergolong aman.
"Belum. Karena Kotawaringin Barat masih dikategorikan pada titik aman," ujar Nurhidayah.
Nurhidayah juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari BPBD Kobar, diketahui sebanyak 320 hektar lahan yang telah terbakar di Kabupaten Kobar, dengan paling banyak di Kecamatan Kumai.
"Luas lahan yang terbakar sebanyak 320 hektar dan kecamatan Kumai yang paling banyak," ungkapnya.
Saat ditanya mengenai Water Booming (WB) yang belum bekerja secara maksimal, Nurhidayah mengungkapkan bahwa belum maksimalnya WB karena saat ini hanya ada 1 unit WB dan dan 1 unit Heli Patroli yang beroperasi di Kobar, sedangkan sebaran titik hotspot cukup banyak.
ADVERTISEMENT
"WB memang belum maksimal, karena hanya ada 1 unit WB sedangkan sebaran hotspot cukup banyak. WB ini hanya menyiram di permukaan, sedangkan untuk lahan gambut apabila terbakar sampai ke dasar, sehingga ini perlu penanganan ekstra dengan Tim Satgas Karhutla Darat," terangNurhidayah.
Menurutnya, bahwa saat ini Bandara Iskandar Pangkalan Bun merupakan satu-satunya bandara yang masih beroperasi di Kalimantan Tengah, karena 2 bandara lain yakni Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya dan Bandara H. Asan, Sampit saat ini sementara telah ditutup akibat dampak kabut asap yang membahayakan penerbangan.
Selain memperpanjang status siaga bencana, usai rapat evaluasi ini Pemkab Kobar juga akan memaksimalkan posko terpadu yang telah dibentuk di 4 titik, yakni di BPBD Kobar sebagai posko induk, Kecamatan Arsel, Kecamatan Kumai dan Kecamatan Kolam.
ADVERTISEMENT
"Tujuan dibentuknya posko ini untuk menghimpun apabila ada masyarakat yang ingin membantu menjadi relawan dan untuk menampung bantuan-bantuan dari masyarakat maupun perusahaan-perusahaan yang ingin menyalurkan bantuannya berupa logistik kepada Satgas karhutla Kobar," terangnya.
Nurhidayah juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan juga mengajak masyarakat Kobar untuk senantiasa berdoa setiap waktu pada saat menjalankan ibadahnya masing-masing agar diturunkan rahmat sehingga turun hujan di Bumi Marunting Batu Aji ini. (Joko Hardyono)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan