Pencarian populer

Tiga Anak Sungai Mulai Dinormalisasi

Pengerukan sungai Tembaga di Jalan Natai Arahan, Gang Paus, RT.02, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun. (Foto: Joko Hardyono)

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Guna mencegah terjadinya banjir akibat penyempitan dan pendangkalan sungai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) mulai melakukan normalisasi terhadap tiga anak sungai di Kota Pangkalan Bun, Rabu (19/6).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar Juni Gultom menjelaskan, normalisasi dilakukan sebagai solusi untuk mencegah terjadinya banjir di kawasan pemukiman warga di wilayah Kabupaten Kobar. Sungai tersebut antara lain, Sungai Bamban Kelurahan Mendawai, Sungai Buun dan Sungai Tembaga Kelurahan Baru.

"Sementara ini yang kita tangani adalah normalisasi di sungai Tembaga, dengan melakukan pengerukan, dan pengerjaan sudah mulai hari ini tepatnya di gang Paus, Kelurahan Baru," ujar Juni, Rabu (19/6) kepada InfoPBUN.

Juni meneruskan, pengerjaan normalisasi akan dilakukan secara bertahap, pasalnya yang paling prioritas diantara tiga sungai tersebut kini adalah sungai Tembaga yang kerap air sungai meluap dan membanjiri rumah warga, sehingga membutuhan penanganan.

"Secara teknis pengerjaan normalisasi akan dilakukan lebar 6 meter sepanjang 2 Km sampai ke muara sungai Tembaga hingga berakhir di Sungai Arut," tandasnya.

Menurut Juni, kendala saat ini, ada beberapa titik yang mungkin tidak maksimal dalam pengerukan sungai dikarenakan ada beberapa bangunan yang menghalangi alat berat untuk melakukan penggalian.

"Namun nanti sejumlah titik yang tidak terjangkau oleh alat berat akan kita kerahkan buruh yang akan melaksanakan pengerjaan secara manual maupun gotong royong bersama warga masyarakat sekitar," tuturnya.

Juni menambahkan, normalisasi anak sungai Tembaga memakan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan pengerjaan, dengan demikian untuk melakukan pengerukan terhadap tiga anak sungai tersebut membutuhkan waktu setidaknya tiga bulan lama pengerjaan.

"Kami juga mohon dukugan masyarakat secara bersama sama untuk menjaga lingkungan dan gotong royong bersama pemerintah dalam rangka bersama membangun Kobar lebih baik kedepannya. Hari ini aliran sungai normal, belum ada dampak," pungkasnya. (Joko Hardyono)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57