News30 Juli 2020 20:27

Wali Kota Palangka Raya Ingatkan Pedoman Salat Idul Adha di Tengah Pandemi

Konten Redaksi Infopbun
Wali Kota Palangka Raya Ingatkan Pedoman Salat Idul Adha di Tengah Pandemi (769490)
Ilustrasi.
PALANGKA RAYA-Gugus Tugas COVID-19 Kota Palangka Raya tetap melakukan pengawasan dan pengecekan kesiapan pihak masjid yang akan menyelenggarakan Salat Idul Adha 1441 H. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Kamis (30/7).
ADVERTISEMENT
Fairid Naparin menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan dan pengecekan kesiapan pihak masjid yang akan menyelenggarakan Ibadah Salat Idul Adha1441 H.
"Dari pangecekan kita, ada banyak masjid yang akan menyelenggarakan Salat Idul Adha. Kita tetap melakukan pengawasan dan pengecekkan sebagaimana berpedoman pada Surat Edaran Kementerian Agama RI Nomor 18 Tahun 2020," ujar Fairid.
Dalam rilisnya, Fairid menekankan terkait beberapa pedoman yang harus dipatuhi oleh warga Kota Palangka Raya sehingga bisa tidak menularkan COVID-19 antara yang satu dengan yang lainnya.
Pertama, melakukan sterilisasi di lokasi pelaksanaan Salat Idul Adha, membatasi pintu/jalur masuk dan melakukan pengecekkan suhu tubuh bagi semua jamaah. Jika ditemukan jamaah dengan suhu >37,5 derajat celcius sebanyak dua kali maka tidak diperbolehkan ikut Salat berjamaah," ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Kedua, jarak antara jemaah yang satu dengan yang lain selama Salat minimal 1,5 meter. Ketiga, mempersingkat pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya," ujar politisi Golkar tersebut.
Keempat, pelaksanaan sumbangan/ sedekah jamaah tidak menjalankan dengan kotak. Kelima, jamaah harus membawa sajadah/alas at sendiri, menggunakan masker sejak keluar rumah, dan selama pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha.
Selain beberapa pedoman Salat diatas, Fairid meminta pihak masjid harus menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun serta mewajibkan semua jamaah cuci tangan terlebih dahulu ketika akan memasuki lokasi pelaksanaan.
"Bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap COVID-19," tutup Fairid.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white