Warga Mendawai Resah dengan Aktivitas Meracun di Sungai Arut

Konten Media Partner
10 April 2022 15:12
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Warga Mendawai Resah dengan Aktivitas Meracun di Sungai Arut (108363)
zoom-in-whitePerbesar
Sungai Arut yang berada di kabupaten Kotawaringin Barat masih sering digunakan masyarakat untuk mencari ikan, baik menggunakan jebakan pangilar (bubu) maupun dengan cara memancing. Foto: IST/InfoPBUN
ADVERTISEMENT
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Warga Kelurahan Mendawai, Kotawaringin Barat, resah dengan ulah oknum masyarakat yang mencari ikan dan udang dengan menggunakan racun di Sungai Arut.
ADVERTISEMENT
Selain merusak lingkungan, aktivitas penangkapan tersebut juga merugikan nelayan lain. Pasalnya, banyak biota sungai yang mati akibat racun insektisida itu.
"Kasian mereka pemancing, pengilar bubu itu. Udang dari yang kecil sampai yang besar mati semua. Yang di dalam pengilar juga ikut mati," ujar A, Warga Mendawai kepada InfoPBUN, Minggu (10/4/2022).
Sejatinya warga maupun nelayan sudah berulang kali menegur pelaku, namun tidak digubris. Hingga kini  pelaku masih menjalankan penangkapan illegal.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Tiap hari orang nya ini berangkat meracun. Mereka bawah (bantaran sungai) ini berunding melapor. Bahkan beberapa waktu lalu udah dilaporkan, tapi belum ditanggapi," lanjut dia.
Ia menjelaskan bahwa pelaku menjual hasil dari aktivitas meracun tersebut ke pasar. Dalam sehari pelaku mampu mendapatkan hasil puluhan kilogram ikan dan udang.
ADVERTISEMENT
"Puas sudah menegurnya. Sering juga orang kampung sini melapor. Untuk dijual, sehari bisa 40 kg-an. (Pelaku) jual nya ke pasar bang," beber A.
Ia berharap petugas mampu bersikap tegas, supaya kelestarian ekosistem sungai Arut tetap terjaga. Sebab masih banyak nelayan yang menggunakan alat ramah lingkungan yang menggantungkan hidup mencari ikan dan udang di sungai tersebut.
"Enaknya tuh saat pelaku berangkat langsung ditangkap," ujarnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020