G20 Mengenai Perekonomian Global

Mahasiswi Hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Konten dari Pengguna
7 Desember 2022 6:54
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari inggrit fania tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
foto by www.istockphoto.com
zoom-in-whitePerbesar
foto by www.istockphoto.com
ADVERTISEMENT
Menurut Nyoman KTT G20 akan membawa keuntungan ekonomi secara langsung kepada Indonesia. Pertumbuhan di sektor transportasi, akomodasi, UMKM, dan pariwisata. Dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, maka akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru di berbagai sektor, misal kuliner, fashion, dan bidang lainnya.
ADVERTISEMENT
Sejarah G20
G20 adalah forum kerja sama multilateral yang memiliki perekonomian cukup berpengaruh besar bagi dunia. G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Prancis, Cina, Turki, dan Uni Eropa.
G20 pertama kali dibentuk pada tahun 1999 dengan tujuan untuk mewujudkan stabilitas keuangan internasional. Semula, forum ini merupakan pertemuan Menteri keuangan dan Gubernur Bank Sentral untuk memperluas pembahasan kebijakan yang berguna untuk mengatasi krisis keuangan tahun 1997-1999. Pertemuan pertama pemimpin negara-negara G20 berlangsung pada 14-15 November 2008.
KTT G20 yang dilaksanakan di Bali pada tahun 2022 ini merupakan KTT ke-17. Kepemimpinan KTT berganti setiap tahunnya di antara negara anggota G20. Gabungan negara-negara yang menjadi anggota G20 mewakili 60 persen populasi dunia, 80 persen Produk Domestik Bruto Global, dan 75 persen dalam perdagangan internasional. Oleh karena itu, hampir sebagian besar kondisi ekonomi global dipengaruhi oleh negara-negara G20.
ADVERTISEMENT
Visi G20 2022 adalah pemulihan pandemi yang kuat, tangguh dan berkelanjutan di seluruh dunia.
Misi G20 2022 adalah memastikan agenda prioritas G20 sejalan dengan kepentingan nasional dan kepentingan negara-negara berkembang dunia.
Jenis pertemuan G20
1. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)/ Summit
Merupakan klimaks dari proses pertemuan G20, yakni rapat tingkat kepala negara/pemerintahan.
2. Ministerial & Deputies Meetings/Pertemuan Tingkat Menteri dan Deputi
Diadakan di masing-masing area fokus utama forum. Pada Finance Track, Ministerial Meetings dihadiri oleh menteri keuangan dan gubernur bank sentral, yang disebut Finance Ministers and Central bank Governors Meetings (FMCBG). Sementara pertemuan para deputi disebut Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD).
3. Kelompok Kerja/Working Groups
Beranggotakan para ahli dari negara G20, Working Groups menangani isu-isu spesifik yang terkait dengan agenda G20 yang lebih luas, yang kemudian dimasukkan ke dalam segmen kementerian dan akhirnya KTT.
ADVERTISEMENT
Peran Penting G20
Dukungan dalam mengatasi krisis keuangan global 2008. G20 turut mengubah wajah tata kelola keuangan global, dengan mengeluarkan stimulus fiskal dan moneter yang terkoordinasi dalam skala yang sangat besar. G20 juga mendorong untuk memperluas kapasitas pinjaman IMF dan bank-bank pembangunan besar.
Kelompok G20 tidak hanya memiliki pengaruh dan peran penting dalam perekonomian dunia. Negara-negara G20 juga memiliki andil yang besar, yakni sekitar 80 persen emisi global. Karena negara-negara G20 menjalankan industrinya dengan energi fosil. Oleh karena itu sudah selayaknya G20 sebagai forum kerja sama antarnegara G20 yang merupakan kunci perekonomian global dan penyebab permasalahan yang menyebabkan krisis iklim, sudah selayaknya G20 mengambil langkah konkret untuk melindungi bumi agar tetap dapat hidup.
ADVERTISEMENT
KTT G20 merupakan momen penting untuk meningkatkan negara maju agar menepati janjinya membantu negara berkembang mengurangi emisi.itulah mengapa keterbukaan dan ketertiban yang gigih harus menjadi tema penting dalam pertemuan G20 ke-17 ini. Negara-negara G20 dapat dan harus bertanggung jawab untuk bekerja sama mengurangi emisi.
Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT G20 ke-17
Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dilaksanakan pada 15-16 November 2022 di Bali, yang dipandu oleh Joko Widodo. Dengan tema "Recover Together, Recover Stronger." Melalui tema tersebut Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Tema "pulih bersama, tumbuh lebih kuat" hampir memenuhi di setiap lembaga publik di indonesia sejak awal tahun 2022. Pasalnya, tema yang diangkat untuk menyambut presiden Indonesia di G20 yang memiliki arti penting yang harus disampaikan kepada semua orang.
ADVERTISEMENT
Pada pertemuan G20 di Bali, mereka membahas dampak perang terhadap kondisi perekonomian global. Dan beberapa hasil yang konkret telah dicapai, menciptakan dana pandemi yang sampai hari ini terkumpul $1,5 miliar. Tujuan pertemuan G20 di Bali adalah mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020