Konten dari Pengguna

8 Pantun Pembuka dan Penutup Salam yang Unik dan Kreatif

Inspirasi Kata

Inspirasi Kata

Menyajikan artikel berisi kata-kata, kutipan, dan kalimat yang menginspirasi pembaca.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Inspirasi Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pantun pembuka dan penutup salam - Sumber: unsplash.com/@tinasihgusti
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantun pembuka dan penutup salam - Sumber: unsplash.com/@tinasihgusti

Pantun sudah lama menjadi bagian dari budaya komunikasi yang sopan dan menarik. Dengan pantun pembuka dan penutup salam, pesan yang disampaikan akan terdengar formal, berkesan, sekaligus penuh kreativitas.

Menyampaikan salam tidak selalu harus kaku. Dengan pantun, pesan akan terasa lebih personal dan menyenangkan. Baik untuk surat, presentasi, maupun bentuk komunikasi digital, pantun mampu menghadirkan kesan yang hangat.

Pantun Pembuka dan Penutup Salam untuk Memeriahkan Pidato dan Sambutan

Ilustrasi pantun pembuka dan penutup salam - Sumber: unsplash.com/@tinasihgusti

Pantun merupakan salah satu bentuk sastra tradisional yang kaya akan makna dan mudah diingat. Dalam pidato atau sambutan, pantun dapat digunakan untuk menarik perhatian audiens sejak awal dan meninggalkan kesan positif di akhir acara.

Menurut buku Belajar Pidato & MC: Panduan Mudah & Cepat Memukau Audience dengan Percaya Diri, Aep Syaiful Hamidin, (2016), jika pidato atau sambutan membosankan atau monoton, pendengar cenderung kehilangan fokus, cepat mengantuk, bahkan tidak mengingat isi yang disampaikan.

Dalam pidato atau sambutan, pantun pembuka berisi salam atau ucapan selamat datang, dikemas dengan bahasa yang ringan. Misalnya, pantun bisa mengajak audiens tersenyum sekaligus membuat suasana lebih hangat sebelum materi utama disampaikan.

Sementara, pantun penutup berfungsi untuk menutup pidato dengan elegan, sekaligus menyampaikan harapan atau ucapan terima kasih. Pantun ini membantu meninggalkan kesan yang menyenangkan, membuat audiens lebih mengingat pesan yang disampaikan.

Inilah beberapa contoh pantun pembuka dan penutup salam yang bisa digunakan.

  1. Pagi cerah burung bernyanyi

    Menyambut hari penuh semangat

    Assalamualaikum saya ucapkan

    Semoga kita semua sehat dan hangat.

  2. Ke pasar membeli sayur dan buah

    Matahari pagi bersinar cerah

    Salam sejahtera saya sampaikan

    Mari kita mulai acara dengan ceria dan indah.

  3. Bunga mawar mekar di taman

    Harumnya semerbak menyegarkan

    Selamat datang saya ucapkan

    Semoga hati semua senang dan nyaman.

  4. Mentari pergi berganti malam

    Bintang-bintang mulai bersinar terang

    Terima kasih atas perhatian semua

    Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan yang Agung.

  5. Ke pasar membeli buah naga

    Pulang membawa rasa senang

    Sambutan ini sampai di penghujung kata

    Semoga kita semua sehat dan panjang umur sepanjang zaman.

  6. Burung hantu terbang di malam berdua-dua

    Hening malam menenangkan suasana

    Terima kasih telah hadir semua

    Semoga kita semua kembali dengan bahagia.

Baca Juga: 5 Contoh Kata-Kata Pembuka Pidato yang Menarik dan Mudah Dihafalkan

Pantun pembuka dan penutup salam membuktikan bahwa menyapa atau menutup percakapan tidak harus monoton. Dengan rima yang sederhana dan sopan, bagian salam pada pidato atau sambutan bisa menjadi momen yang berkesan. (DNR)