• 0

2 Kasus Kontroversial yang Menimpa Zara Sepanjang 2016

2 Kasus Kontroversial yang Menimpa Zara Sepanjang 2016



Kontroversi Zara

Contoh kemiripan desain Tuesday Bassen dan Zara (Foto: Tuesday Bassen)
2016 sepertinya memang bukan tahun yang baik bagi brand fashion kenamaan asal Spanyol, Zara. Di sepanjang tahun ini, lini busana ready-to-wear yang outletnya telah tersebar di 71 negara telah dua kali tersandung kasus.
Kasus pertama datang dari Tuesday Bassen, desainer indie asal Amerika Serikat yang melayangkan tuntutan karena merasa Zara telah menjiplak karyanya. Seperti dilansir dari Bored Panda, Tuesday merasa menemukan kemiripan yang sulit dibedakan pada enam ilustrasi miliknya dan Zara.
Tuesday secara rutin mengunggah foto perbandingan kedua karya tersebut pada akun Instagram miliknya, @tuesdaybassen. Pada keterangan yang ditulisnya, Tuesday meminta pertanggungjawaban pihak dari Zara.

Kontrovesi Zara

Banyak dukungan yang didapat Tuesday, termasuk dari rekan seniman dan para netizen. (Foto: Tuesday Bassen.)
Dukungan pun datang dari rekan seniman serta netizen yang tak henti-henti menyemangatinya. Akhirnya hal ini membuat pihak Zara merespons dengan berjanji untuk menghubungi kuasa hukum Tuesday untuk menyelesaikan permasalahan di antara keduanya.
Kasus kedua yang menimpa ritel raksasa dunia ini kembali menggegerkan dunia November 2016 lalu. Adalah Cailey Fiesel, perempuan asal Amerika yang bernasib kurang beruntung.
Dikutip dari CNN, rok Zara yang dibelinya pada outlet Zara Connecticut, Amerika Serikat, mengeluarkan aroma tidak sedap saat dikenakan. Cailey sangat shock ketika mengetahui bahwa ada bangkai anak tikus di dalam jahitan roknya.

Kontroversi Zara

Seorang wanita terkejut ketika menemukan bangkai anak tikus di dalam rok Zara yang dibelinya. (Foto: Cailey Fiesel)
Akibat hal ini, Cailey menggugat Zara karena kelalaian mereka dalam mengontrol kualitas dan keamanan produk. Menanggapi tuntutan yang dilayangkan Cailey, pihak Zara mengakui akan segera mengadakakan investigasi lebih lanjut.


ZaraLifestyleKontroversi ZaraFashion

500

Baca Lainnya