kumparan
19 Mar 2017 13:36 WIB

5 Mitos dalam Mengonsumsi Buah yang Perlu Kamu Ketahui

Buah ternyata tidak bisa menurunkan berat badan. (Foto: Thinkstock)
Kebanyakan orang mempunyai persepsi yang salah tentang konsumsi buah-buahan. Banyak yang menyangka bahwa buah bisa menjadi menu diet paling baik untuk menurunkan berat badan.
ADVERTISEMENT
Dengan munculnya persepsi seperti ini maka menimbulkan banyaknya mitos tentang konsumsi buah. Padahal menurut ahli gizi Jansen Ongko Msc, RD , mitos ini harus diluruskan agar masyarakat Indonesia tidak mudah percaya terhadap berita-berita konsumsi buah yang selama ini telah beredar namun kebenarannya tidak diketahui. Berikut 5 mitos dalam mengonsumsi buah yang perlu kamu ketahui:
1. Buah Bisa Menurunkan Berat Badan Faktanya, dengan hanya mengonsumsi buah saja tidak akan bisa membuat berat badan seseorang turun secara signifikan. Kebanyakan orang menganggap bahwa hanya dengan makan buah sebagai menu diet bisa cepat menurunkan berat badan. Padahal, tubuh bisa lesu karena kurangnya asupan gizi dalam tubuh.
Buah adalah karbohidrat, namun hanya konsumsi karbohidrat saja tidak cukup dan harus didukung dengan asupan protein hewani atau nabati. Berat badan akan cepat turun jika pola makan kita teratur. Selama kita konsumsi makanan sehat termasuk buah secara teratur maka berat badan akan turun secara bertahap.  2. Buah Potong Lebih Sehat Menurut pemaparan Jansen, buah yang dikonsumsi dalam bentuk apapun tidak akan menghilangkan nutrisi dalam buah tersebut. Baik diblender, dipotong lalu dimakan langsung atau dibuat cold pressed juice yang saat ini sedang menjadi tren juga tidak akan mengurangi khasiat dari buah. Selama buah yang diblender atau dibuat cold pressed juice tidak dicampur dengan gula maka nutrisi buah akan tetap stabil.  3. Waktu Terbaik Makan Buah Adalah Satu Jam Sebelum Dan Sesudah Makan Pada dasarnya, buah baik dikonsumsi kapan saja. Jansen mengungkapkan bahwa orang Indonesia cenderung mudah mempercayai berita-berita yang beredar saat ini termasuk tentang waktu terbaik konsumsi buah.
ADVERTISEMENT
Padahal tidak ada literatur yang menyatakan tentang penjelasan tersebut. Semua makanan yang masuk ke dalam tubuh akan diserap dan dicerna secara bertahap oleh usus halus. Dan buah juga akan dicerna oleh usus halus baik dikonsumsi sebelum dan sesudah makan. 4. Biji Jambu Menyebabkan Penyakit Usus Buntu Apakah kalian termasuk tipe orang yang membuang biji jambu saat dimakan? Faktanya, jambu biji mengandung vitamin C tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan buah jeruk. Termasuk biji jambu yang yang juga bernutrisi bagi kesehatan tubuh.  "Tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi biji dan kulit jambu karena sampai saat ini tidak ada literatur yang menyebutkan bahwa buah jambu menyebabkan penyakit usus buntu", jelas Jansen saat diwawancara kumparan di Cassis, Jakarta Pusat, Kamis (16/3). 5. Kulit Buah-buahan Berkulit Tipis Harus Dikupas Sebelum Dimakan Banyak orang yang ingin terhindar dari racun pestisida yang menempel pada buah berkulit tipis dengan mengupas kulit buah sebelum dimakan. Padahal, kulit buah menyimpan nutrisi vitamin yang paling tinggi dibandingkan dengan daging buah.
ADVERTISEMENT
Kamu tidak perlu mengupas kulit buah, tapi hanya membersihkan buah tersebut di air bersih yang mengalir selama beberapa detik dan mengeringkannya dengan tisu kering. Buah yang telah dicuci bersih akan mematikan bakteri-bakteri yang menempel pada kulit buah. 
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan