• 3

Mengenang Sepak Terjang Editor in Chief Vogue Italia, Franca Sozzani

Mengenang Sepak Terjang Editor in Chief Vogue Italia, Franca Sozzani



Franca Sozzani

Editor in Chief Vogue Italia Franca Sozzani meninggal dunia di usia 66 tahun. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)
Industri fashion dunia kembali berduka. Franca Sozzani, editor in chief majalah Vogue Italia wafat dalam usia 66 tahun pada Kamis (22/12).
Selama 28 tahun memimpin Vogue Italia, Franca dikenal sebagai sosok yang berani, kontroversial, dan amat peka terhadap isu kemanusiaan. Wanita bermata biru ini pertama kali menduduki kursi kepemimpinan Vogue Italia pada tahun 1988.
Lewat ide cemerlang yang berani, Franca sukses menghantarkan Vogue Italia menjadi sebuah majalah fashion paling berpengaruh di dunia. Dia tanpa ragu 'menyentil' berbagai isu sensitif mengenai perempuan lewat topik-topik khusus.
Apa saja fakta menarik, pencapaian, dan hal yang telah dilakukan Franca semasa menjabat sebagai editor in chief Vogue Italia? Simak di sini:
1."Il Nuovo Stile" menjadi isu pertama yang diangkat Franca setelah resmi menjabat sebagai editor in chief Vogue Italia.
2. Franca Sozzani lahir di Mantua, pada 20 Januari 1950.
3. Pada Juli 2008, Franca membuat gebrakan dengan menampilkan model kulit hitam pada sampul majalah. Jourdan Dunn, Naomi Campbell, Sessilee Lopez, dan Liya Kebede tampil pada cover majalah mewakili tema'A Black Issue'.
4. Edisi model berkulit hitam ini berhasil meraup angka pendapatan tertinggi dan dicetak ulang sebanyak tiga kali. Franca mengaku bahwa ini merupakan momen paling membanggakan dalam hidupnya.
5. Tahun 2011, Franca membuat gebrakan dengan membahas isu mengenai perempuan yang memiliki tubuh curvy dengan menjadikan Kim Kardashian sebagai cover.
6. Franca ditunjuk sebagai creative director bagi Convivio, organisasi AIDS yang dibentuk oleh Gianni Versace pada 2012.
7. Sosoknya identik dengan rambut panjang keriting berwarna pirang, rok panjang era-50an, anting berlian, dan atasan putih.
8. Franca bersahabat dekat dengan Anna Wintour, editor in chief Vogue Amerika Serikat.
9. Sebelum menjadi editor in chief di Vogue Italia, Franca pernah menjadi editor in chief LEI, sebuah majalah remaja di Italia.
10. Saat ditunjuk menjadi editor in chief Vogue Italia, Franca sempat skeptis dan pesimis majalah ini dapat diterima dengan baik oleh warga Italia.

Franca Sozzani

Franca termasuk sangat dekat dengan putra semata wayangnya, Francesco, yang bekerja sebagai sutradara. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)
11. Pada 2014, Franca mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan dengan menampilkan sosok seorang model yang sedang ketakutan dan melarikan diri dari seorang pria memegang gagang pisau. Goresan darah yang tampak dalam foto memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
12. Franca merupakan founder dari Child Priority, organisasi yang fokus untuk membantu anak-anak kurang beruntung.
13. Kalimat Franca yang paling terkenal adalah “Fashion isn’t really about clothes, It’s about life.”
14. Disaat oplah semua majalah terus menurun, Franca secara konsisten membawa Vogue Italia mencapai pendapatan tertinggi.
15. Semasa hidup, Franca diketahui sangat dekat dengan sang putra, Fransesco Sozzani yang membuat film dokumenter bertajuk 'Franca: Chaos and Creation' berisi mengenai perjalanan hidup dan sepak terjang Franca dalam dunia fashion. Film ini direncanakan akan rilis secara resmi pada awal 2017.

Franca SozzaniVogueLifestyleFashion

500

Baca Lainnya