Pencarian populer

Moms, Ketahui Penyebab Kelainan Autisme pada Anak

Ilustrasi anak berkebutuhan khusus. (Foto: Thinkstock)

Kasus kelainan autisme rupanya masih banyak didapati pada anak di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Melihat hal ini, sebagian besar orang tua kerap bertanya-tanya tentang penyebab kelainan tersebut.

Dilansir NHS, kelainan autisme hingga saat ini belum bisa dipastikan penyebabnya. Namun, banyak faktor pendukung yang kemungkinan besar dianggap sebagai pemicunya. Apa saja?

Genetik menjadi faktor menjadi faktor yang paling sering disebut-sebut sebagai penyebab paling memungkinkan. Jika salah satu orang tua memiliki sifat pembawa gen ini bisa membuat anak mereka lebih rentan terhadap pengembangan Autism Spectrum Disorder (ASD). Seorang anak yang sudah menderita ASD juga bisa menurunkan kondisi ini kepada adik-adiknya.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Molecular Psychiatry mengatakan bahwa wanita hamil yang mengalami demam saat menginjak trimester kedua, 40 persen berpotensi melahirkan anak dengan kelainan autisme.

"Demam yang dialami wanita hamil saat trimester kedua dikaitkan dengan meningkatnya risiko Autism Spectrum Disorder," tulis tim peneliti pada jurnal tersebut.

Autism Spectrum Disorder. (Foto: Thinkstock)

Penelitian tersebut dilakukan dengan melakukan survei kepada lebih dari 95 ribu anak-anak yang lahir di Norwegia setelah mendokumentasikan penyakit yang dialami ibu mereka selama kehamilan dan menemukan teori bahwa bakteri atau virus berpotensi merusak otak bayi karena berhubungan dengan respon imun pada ibu hamil. Hal itu karena zat kimia bernama sitoksin dapat melewati plasenta dan mempengaruhi pertumbuhan fetus.

"Penelitian yang menggunakan sample berskala besar ini mengonfirmasi bahwa terdapat kaitan antara demam dan risiko autisme pada trimester kedua. Menariknya, kaitan ini semakin kuat hubungannya ketika wanita hamil mengalami demam lebih dari tiga kali dan obat-obatan anti demam seperti acetaminophen dapat mengurangi risiko autisme," tutur Thomas Frazier, chief science officer yayasan Autism Speaks.

Meski demikian, sampai detik ini belum ada spesifik gen yang telah teridentifikasi terkait dengan ASD. Beberapa peneliti menganggap jika bisa saja anak yang terkena ASD mempunyai sindrom genetik langka yang ada dalam tubuhnya, termasuk sindrom Fragile X, sindrom Williams, dan sindrom Angelman yang diketahui sebagai cikal bakal terjadinya kelainan autisme.

Faktor lain yang juga mempengaruhi adalah faktor lingkungan. Namun hal itu dilihat dari sisi kondisi kehamilan sang ibu. Apakah ibu bayi tersebut selalu menajaga kondisi kesehatan kehamilannya saat masih mengandung atau tidak.

Mengonsumsi alkohol atau jenis-jenis obatan seperti sodium valporate yang biasa diminum saat terjadi epilepsi selama kehamilan juga bisa menjadi pemicu ASD. Bayi yang lahir prematur juga bisa dikaitkan dengan ASD.

Bukti valid masih belum ditemukan sehingga para peniliti masih mencari tahu penyebab pasti dari ASD. Namun sebaiknya, Anda tetap waspada dan selalu menjaga kehamilan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.59