• 0

Museum Tekstil Pamerkan 100 Lembar Kain Tenun Ende NTT

Museum Tekstil Pamerkan 100 Lembar Kain Tenun Ende NTT



Tenun Ende

Sebanyak 100 lembar kain tenun Ende dipamerkan di Museum Tekstil, Jakarta. (Foto: Myanya Khintan)
Selama ini, batik menjadi kain wastra yang populer di Indonesia. Namun sayangnya, tak banyak orang yang tahu bahwa ada kain wastra lainnya yang juga merupakan warisan nusantara. Salah satu kain tradisional yang masih jarang terdengar gaungnya adalah kain tenun Ende yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.
Dalam rangka memperkenalkan kain tersebut, digelar acara pameran kain tenun Ende yang merupakan koleksi dari Museum Tekstil. Ada sekitar 100 buah kain tenun yang ditampilkan.
Tenun Ende yang dipamerkan mayoritas menggunakan warna-warna gelap seperti cokelat, merah marun dan hitam. Proses pembuatan kain Ende biasanya berjangka minimal satu hingga dua tahun karena proses pewarnaan benang memakan waktu lama.

Tenun Ende

Pameran 100 lembar kain tenun Ende yang berasal dari NTT. (Foto: Myanya Khintan )

Kain tradisional tersebut biasa digunakan oleh masyarakat Ende sebagai simbol acara adat. Biasanya, yang membuat kain tersebut adalah para wanita, karena pembuatan kain ini ditujukkan agar wanita bisa membantu suaminya dalam menghasilkan uang untuk keperluan hidup mereka.
Esti Utami, selaku kepala pengelola Museum Tekstil mengatakan, masih banyak masyarakat yang kurang mengapresiasi kain tenun Ende. Berbeda dengan batik yang sangat dikenal oleh masyarakat.
"Saat ini batik sudah sangat dikenal, lain halnya dengan kain tenun Ende yang kurang familiar," ujarnya di Museum Tekstil, Jakarta Pusat, Rabu (14/12).
Ditambahkan oleh Sinta Kaniawati yang merupakan salah satu penggagas Komunitas Peduli Wastra Indonesia, potensi kain tenun Ende dapat meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi bagi para pengrajinnya.

Tenun Ende

Para pengarjin tenun Ende (Foto: Myanya Khintan)
Pameran ini juga dihadiri oleh Mufida Yusuf Kalla dan Bupati Ende Ir. Marselinus Y. W. Petu. Desainer Musa Widyatmodjo juga turut ikut serta mendukung acara tersebut dengan menggelar fashion show yang mengangkat tenun Ende.
Setidaknya lebih dari 10 koleksi dengan dominasi warna oranye, kuning, dan merah yang ditampilkan, mulai dari koleksi khusus untuk pria berupa kemeja dan dasi, koleksi untuk wanita berupa atasan lengan pendek dan terusan selutut, dan tak ketinggalan pula koleksi untuk wanita berhijab berupa rok panjang dan bolero.

Nusa TenggaraLifestyleFashion

500

Baca Lainnya