kumparan
11 Nov 2017 12:50 WIB

Tren Minum Kopi di Kalangan Milenial Tetap Eksis 10 Tahun ke Depan

Kopi menjaga sirkulasi darah (Foto: Thinkstock)
Berawal pada tahun 2014, kemunculan novel sekaligus film Filosofi Kopi karya Dewi Lestari dianggap sebagai awal mula munculnya tren minum kopi di kalangan masyarakat Indonesia. Film yang dikemas dengan apik tersebut menayangkan bagaimana sebuah kopi harus dinikmati dengan cara yang tepat.
ADVERTISEMENT
Terhipnotis dengan penayangan film Filosofi Kopi, banyak masyarakat yang lantas mulai mencoba untuk mencicipi nikmatnya secangkir kopi hitam persis seperti yang diperagakan oleh kedua karakter utama di film tersebut.
Padahal jika menarik mundur kebelakang, kopi hanya dinikmati oleh mereka yang benar-benar penikmat kopi sejati. Dan tak terlihat anak muda yang menyentuh minuman yang satu ini.
Kevin Soemantri, seorang pemerhati kuliner dan gaya hidup mengakui fakta tersebut.
"Dulu itu kopi hanya diminum oleh mereka yang benar-benar menyukai kopi, tapi sejak kemunculan film Filosofi Kopi, semua kalangan mulai dari anak muda bahkan yang berusia 16 tahun terlihat sudah mulai minum kopi," ungkap Kevin saat dijumpai kumparan (kumparan.com) di bilangan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Ilustrasi minum kopi (Foto: Thinkstock)
Selama tiga tahun lamanya, tren minum kopi tengah mewabahi masyarakat Indonesia, tak terkecuali kalangan milenial. Dan Kevin memprediksi jika tren ini tak akan pudar hingga 10 tahun kedepan.
Bahkan ia juga menilai, tren minum kopi akan menjadi sebuah kebiasaan yang berujung pada pembentukan karakter masyarakat yang tak bisa lepas dari secangkir kopi.
"Dimulai dari coba-coba, lama-lama jadi suka dan terbiasa, lalu kebiasaan inilah yang akan menjadi karakter. Jadi, saya memprediksi akan ada suatu masa di mana orang tak bisa hidup tanpa kopi karena bagaimanapun tren yang sudah menjadi kebiasaan tak akan bisa dilepaskan dari gaya hidup," ungkap Kevin.
Pria yang juga pernah menjadi kontestan Masterchef Indonesia season pertama ini menjelaskan budaya masyarakat Indonesia yang telah gemar minum kopi dari dahulu mendukung tren ini sehingga kepopuleran kopi diperkirakan tak akan termakan oleh zaman.
Minum kopi (Foto: Thinkstock)
Menjadi salah satu produsen biji kopi terbesar di dunia juga dikatakan Kevin sebagai alasan kenapa tren minum kopi ini masih bertahan hingga saat ini, bahkan mengalami perkembangan yang sangat pesat.
ADVERTISEMENT
"Indonesia adalah gudangnya biji kopi, seperti kopi aceh, toraja, bali dan lain-lain. Jadi, karena sumbernya ada, perkebunannya ada dimana-mana serta didukung dengan budaya minum kopi yang telah ada sejak zaman dahulu membuat saya semakin yakin jika tren ini akan terus berkembang hingga 10 tahun mendatang," tuturnya.
Industri kopi yang tengah berkembang dinilai Kevin sebagai tanda yang menunjukkan jika masyarakat Indonesia saat ini mulai mencintai produk lokal karena kebanyakan biji kopi yang dipakai adalah biji kopi yang berasal dari Indonesia. Hal ini tentu membanggakan mengingat industri kopi bisa memajukan serta menyejahterakan para petani kopi yang ada di Indonesia.
"Seiring dengan kecintaan masyarakat pada kopi sama saja dengan menumbuhkan ketertarikan mereka pada produk lokal. Karena minum kopi yang berasal dari biji kopi asli Indonesia sama saja dengan mencintai budaya negeri sendiri," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan