Perekonomian Indonesia Tumbuh Positif dan Berhasil Menambah Tenaga Kerja Baru

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Ekonomi pembangunan
Konten dari Pengguna
13 Mei 2022 20:04
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Muhammad Iqbal Ferdiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Perekonomian Indonesia Tumbuh Positif dan Berhasil Menambah Tenaga Kerja Baru (572118)
zoom-in-whitePerbesar
https://www.shutterstock.com/id/image-photo/professional-men-engineer-worker-skills-quality-1676406394
Akibat dari pandemi Covid-19, Indonesia masuk ke dalam middle income country atau suatu kondisi dimana negara-negara berpenghasilan menengah tidak mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil untuk bisa mencapai kelompok income yang baru sebagai negara berpenghasilan tinggi.
ADVERTISEMENT
Namun, baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat menjadi 7,07% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal kedua tahun 2021. Selain itu, perekonomian Indonesia pada triwulan II 2021 tumbuh 3,31% dibandingkan triwulan sebelumnya. Membaiknya perekonomian Indonesia pada triwulan II tahun 2021 akan mendorong peningkatan ekspor, konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah. Perbaikan ekonomi ini menunjukkan bahwa Indonesia telah pulih dari ketegangan pada kuartal sebelumnya akibat Covid-19.
Margo Yuwono, Kepala BPS, mengatakan likuiditas masyarakat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi seiring berkembangnya dunia usaha agar pekerja/karyawan dapat kembali bekerja pasca krisis Covid-19. Jumlah 4.444 pekerja yang bekerja penuh waktu atau bekerja lebih dari 35 jam seminggu meningkat. Demikian pula, jumlah pekerja paruh waktu meningkat dan jumlah setengah menganggur berkurang.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, tenaga kerja yang berhasil diambil alih adalah 4,55 juta. 4.444 orang masih bekerja di sektor informal, dan jumlah ini terus meningkat. Melihat tren tahun 2021, dari Februari 2021 hingga Agustus 2021, jumlah pekerja tetap akan meningkat masing-masing 40,38% menjadi 40,55%. Tahun ini pada Februari 2022, persentase pekerjaan formal turun menjadi 40,03% dan persentase pekerjaan informal naik menjadi 59,97%.
Menurut saya, perbaikan ekonomi adalah pertanda baik, tetapi penting untuk memastikan tidak ada penyusutan lebih lanjut di kuartal berikutnya. Namun, jumlah penduduk usia kerja yang terkena dampak pandemi Covid-19 masih begitu besar sehingga kondisi ketenagakerjaan belum sepenuhnya pulih ke tingkat pra-Covid-19.