Upaya Penanggulangan Masuknya Paham Radikalisme Melalui Kampanye Pancasila

Mahasiswa Semester 2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga
Konten dari Pengguna
24 Mei 2022 18:58
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Irvan Rajamuda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Upaya Penanggulangan Masuknya Paham Radikalisme Melalui Kampanye Pancasila (2839)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pancasila, pexels.com
ADVERTISEMENT
Indonesia menemukan berbagai persoalan dan ancaman radikalisme, terorisme dan separatisme yang semuanya bertentangan dengan nilai Pancasila dan UUD 1945. Menurut KBBI, radikalisme adalah aliran yang radikal dalam politik, aliran yang menginginkan perubahan atau pembaruan sosial dengan cara kekerasan atau drastis. Radikalisme sendiri tidak harus muncul dalam wujud kekerasan fisik. Radikalisme merupakan ancaman terhadap ketahanan ideologi. Jika Ideologi negara sudah tidak kokoh maka akan berdampak terhadap ketahanan nasional. Sudah ada berbagai seminar dan dialog yang digelar untuk mengupas persoalan ini yaitu mulai dari pencarian sebab hingga sampai pada penawaran solusi, namun tidak juga menemukan suatu titik terang.
ADVERTISEMENT
Saat ini sudah banyak metode-metode untuk menanggulangi paham radikalisme, salah satu dari metode tersebut adalah pembentukan forum perdamaian. Forum perdamaian ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan bermasyarakat yang penuh toleransi, secara tidak langsung forum ini juga berperan penting untuk melawan radikalisme. Pembentukan forum memang terbukti efektif dalam pencegahan gerakan radikalisme. Dengan terbentuk forum, akan tercipta suatu ikatan kuat antar anggota terhadap anti radikalisme. Namun, apabila forum tersebut disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, forum ini akan menjadi penggerak anti radikalisme dapat kehilangan fungsi dan manfaat, bahkan memberikan umpan balik yang merugikan.
Beberapa metode yang lain adalah pengabdian. Pengabdian ini biasanya berbentuk forum diskusi santai/informal seputar pencegahan radikalisme. Akan tetapi, program ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Beberapa solusi mengenai penanggulangan radikalisme oleh pemerintah yaitu dengan mengeluarkan Perpu Nomor 1 Tahun 2002, yang kemudian ditingkatkan menjadi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Namun UU tersebut belum mencakup aspek pencegahan bagi penyebaran kebencian dan paham radikalisme di tengah kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, untuk mengisi kekosongan tersebut dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 16 Juli 2010.
ADVERTISEMENT
Pada perkembangan selanjutnya, BNPT juga berupaya lebih untuk melakukan pencegahan radikalisme di Indonesia yaitu dengan membentuk sebuah forum anti radikalisme dan terorisme. Selain itu juga dilakukan sebuah upaya berupa pengabdian pada suatu komunitas yang bertujuan menciptakan ruang kondusif bagi budaya perdamaian di kalangan generasi muda. Upaya yang ketiga yaitu dengan memberikan edukasi anti radikalisme melalui situs web yang dibuat oleh BNPT dan beberapa pihak. Namun, ketiga solusi tersebut belum mampu untuk menangkal radikalisme secara keseluruhan.
Inovasi yang dilakukan dalam upaya menanggulangi radikalisme dalam bentuk kampanye dilakukan melalui media sosial. Media sosial dipilih sebagai wadah kampanye karena memiliki efek yang luar biasa dan kecepatan yang tinggi. Media sosial ini menjadi media penyaluran hal-hal positif yang bermanfaat. Secara umum pihak-pihak yang dapat membantu mengimplementasikan gagasan adalah diri kita sendiri. Sebagai warga negara Indonesia sudah seharusnya kita memiliki kesadaran diri untuk berperan terhadap lingkungan yaitu dengan ikut berkontribusi serta melakukan upaya untuk menanggulangi paham radikalisme di Indonesia. Selain itu, peran generasi muda sebagai generasi penggerak juga sangat penting dalam melakukan kampanye anti radikalisme di Indonesia. Peran pengguna sosial juga termasuk sangat penting, karena mereka pihak yang akan menyebarluaskan gagasan.
ADVERTISEMENT
Daftar Pustaka
Zuhri, S. (2017). Kebijakan Deradikalisasi Terorisme oleh BNPT: Perspektif Spektrum Politik. Jurnal Ilmu Kepolisian, 11(2), 7.
Azra, A. (2002). Konflik Baru Antar-Peradaban: Globalisasi. Radikalisme & Pluralitas (New Inter-Civilizational Conflicts: Globalization, Radicalism &.
Golose, P. R. (2009). Deradikalisasi Terorisme: humanis, soul approach dan menyentuh akar rumput.
Mardenis, P. (2011). Pemberantasan Terorisme. Padang: PT. Raja Grafindo Persada.
KBBI. (Depdikbud, 2007). Radikalisme
Satriawan. (2019). Training of Trainers
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020