Otomotif
·
13 Januari 2021 20:32

Solidaritas Pengendara Motor Lawas

Konten ini diproduksi oleh Issam Shyahdhurin I
Solidaritas Pengendara Motor Lawas (12550)
ilustrasi motor honda lawas. Sumber foto dokumentasi oleh penulis
Perkenalkan Saya Issam, saya merupakan penggemar motor lawas berjenis sport. Awal mula saya menggemari motor jenis ini ketika tahun 2017 saat teman-teman saya memiliki motor lawas honda CB dan GL . Sejak saat itulah saya mulai tertarik dengan motor sport honda lawas yang masih menggunakan karburator sebagai sistem suplai bahan bakarnya. Akhirnya pada tahun 2017 saya memutuskan membeli motor Honda Tiger buatan tahun 2007 dengan harga 8 jutaan. Alasan saya memilih honda tiger tersebut karena kapasitas tangki bensin honda tiger lebih besar dari generasi motor sport honda lawas sebelumnya, mesin yang digunakan honda tiger ini sudah cukup mumpuni untuk perjalanan jarak jauh dan kenyamanan saat mengemudi dengan didukung sistem pengereman dan kaki-kaki yang lebih kuat dan modern. Ketika tahun 2018 setelah lulus SMA saya mulai berkuliah di Jurusan Teknik Mesin yang saat itu saya masih awam dengan dunia otomotif dan custom. Sejak saat itu saya mulai mendalami tentang dunia otomotif dan custom dengan tujuan ketika suatu saat nanti motor honda tiger saya mengalami "trouble" saya bisa memperbaiki ataupun mengutak atiknya sendiri.
ADVERTISEMENT
Seduluran Saklawase, seperti itulah semboyan komunitas pengendara motor honda lawas. Komunitas motor seperti ini dapat dijumpai dalam forum atau grup di media sosial. Saya sendiri tergabung dalam komunitas penggendara motor sport honda lawas di daerah Yogyakarta. Tak hanya di dalam komunitas atau forum, semboyan "Seduluran Saklawase" ini juga berlaku di jalan raya contohnya ketika sedang bertemu di jalan dengan membunyikan klakson dan bertegur sapa contoh lainnya ketika ada salah satu pengguna motor sport honda lawas ini mengalami masalah "trouble" pada kendaraannya pasti ada yang selalu membantu baik sesama pengendara honda sport lawas ataupun dari pengendara lainnya. Kurang lebih seperti itulah tingkat solidaritas pengendara honda sport lawas ini ketika di jalan raya.
ADVERTISEMENT
Penulis tergabung dengan komunitas honda sport lawas di daerah Yogyakarta, komunitas ini terbentuk karena kami sering nongkrong dan berbincang-bincang seputar motor. Berawal dari sebuah obrolan iseng saat nongkrong alhasil ada sebuah usulan ide untuk melakukan perjalanan wisata di luar Yogyakarta. Akhir bulan September 2020, saya dan komunitas honda sport lawas ini melakukan perjalanan wisata ke Dieng.Kami berangkat dari Yogyakarta sekitar pukul 23.30 WIB, dengan lengkap membawa kunci-kunci dan beberapa sparepart yang sekiranya bisa rusak atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pukul 01.15 wib kami sampai di jalan tembusan Kota Magelang dan Kabupaten Wonosobo ketika itu saya merasakan ada yang aneh dengan suara mesin honda tiger saya, alhasil saya memutuskan untuk berkendara lebih pelan lagi. Seketika itu juga teman saya berkata bahwa ada salah satu teman kami yang mengalami trouble pada sistem pengereman motornya. Tak banyak berpikir kami semua memutuskan untuk berhenti dan menepi. Setelah berhenti saya mulai mengeluarkan kunci-kunci untuk mengencangkan baut knalpot honda tiger saya, rupanya suara aneh dari mesin honda tiger saya berasal dari baut knalpot yang tidak kencang. Kemudian berlanjut dengan masalah yang dialami teman saya ternyata sistem pengeremannya tidak pas, sehingga menyebabkan roda sulit berputar. Kami langsung saling membantu melepas sistem pengereman dan ditemukan 2 pilihan supaya bisa berjalan normal. Akhirnya setelah perakitan kembali sistem pengereman motor teman saya bisa berfungsi normal kembali. Saat itulah penulis mengerti arti dari solidaritas antar pengendara motor honda lawas yang saling peduli dan membantu satu sama lain.
ADVERTISEMENT

sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white