kumplus-Korespondensi Responden

Format dan Struktur Surat

Wikipediawan Pencinta Bahasa Indonesia
29 Juni 2021 17:20
ยท
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Setelah memahami dasar korespondensi berupa fungsi, kriteria, penggolongan, dan jenis surat, hal berikutnya yang perlu diketahui ialah format dan struktur surat. Meski ada berbagai jenis surat, format surat secara umum dapat dibagi berdasarkan keberadaan hal dan judul, serta berdasarkan format paragraf. Struktur surat pun sebenarnya seragam dan dapat dilihat terdiri atas tiga bagian: bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir.
Berdasarkan keberadaaan hal dan judul, surat dapat dikelompokkan menjadi surat berhal dan berjudul. Sesuai dengan namanya, surat berhal memiliki hal atau perihal, sedangkan surat berjudul memiliki judul. Jika sudah memiliki hal (dalam bagian keterangan surat), surat tidak perlu diberi judul. Demikian juga sebaliknya.
Berdasarkan format paragraf, ada paragraf lurus (block) yang tiap barisnya dimulai pada posisi yang sama, paragraf lekuk (indented) yang baris pertamanya menjorok ke dalam sekitar lima karakter, dan paragraf gantung (hanging) yang merupakan kebalikan paragraf lekuk, yaitu baris kedua dan seterusnya menjorok ke dalam. Paragraf lekuk lazim dipakai oleh instansi pemerintah, sedangkan paragraf lurus oleh instansi nonpemerintah.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparan+
Korespondensi resmi dan pribadi tentu saja punya pakem yang berbeda. Ada segi profesionalitas dan wibawa lembaga yang mesti dijaga. Bagaimana caranya? Simak penjelasan Ivan Lanin terkait korespondensi profesional, hanya di kumparan+