kumplus-Korespondensi Responden

Kiat Bahasa Korespondensi

Wikipediawan Pencinta Bahasa Indonesia
29 Juni 2021 17:12
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bahasa yang dipakai dalam korespondensi bisnis harus sesuai dengan kaidah bahasa ragam tulis resmi. Bahasa yang dipakai pun harus sesuai dengan konteks surat. Itulah yang disebut dengan bahasa yang baik (sesuai dengan konteks) dan benar (sesuai dengan kaidah).
Konteks bahasa terdiri atas situasi, sarana, mitra, tempat, dan bidang penggunaan bahasa. Situasi resmi dan nonresmi serta sarana lisan dan tulisan akan membedakan penggunaan bahasa. Hubungan berupa perbedaan kedekatan atau kedudukan pun akan membedakan bahasa yang dipakai. Faktor dialek pada tempat dan waktu penggunaan bahasa juga merupakan penentu konteks bahasa. Terakhir, bidang penggunaan atau laras bahasa—seperti sastra, kreatif, jurnalistik, bisnis, ilmiah, dan hukum—berperan dalam membedakan bahasa yang digunakan.
Kaidah bahasa Indonesia terdiri atas kaidah tata bahasa, kaidah ejaan, kaidah peristilahan, dan kata baku. Dalam ragam tulisan, kaidah bahasa itu dapat dikelompokkan menjadi lima tataran praktis bahasa. Secara berurutan dari yang paling tinggi dan paling penting, kelima tataran praktis bahasa itu ialah wacana, paragraf, kalimat, kata, dan ejaan.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparan+
Korespondensi resmi dan pribadi tentu saja punya pakem yang berbeda. Ada segi profesionalitas dan wibawa lembaga yang mesti dijaga. Bagaimana caranya? Simak penjelasan Ivan Lanin terkait korespondensi profesional, hanya di kumparan+