Seekor Harimau Mangsa Hewan Ternak, BKSDA Jambi Pasang Kamera Trap

Konten Media Partner
2 Agustus 2022 15:33
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi harimau Sumatera (Foto: commons wikipedia)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi harimau Sumatera (Foto: commons wikipedia)
ADVERTISEMENT
Jambikita.id - Seekor harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) baru-baru ini dikabarkan memangsa hewan ternak milik warga di Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur, Jambi.
ADVERTISEMENT
Kasi Wilayah III BKSDA Jambi, Faried mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan tersebut. Namun, BKSDA Jambi belum bisa memastikan jumlah hewan yang mati akibat dimangsa harimau.
"Informasi awal, ada sejumlah hewan ternak yang mati akibat dimangsa. Ada kambing juga. Tim akan mengecek dan melakukan verifikasi jumlahnya," tuturnya, kepada Jambikita, Selasa (2/8).
Saat ini, kata Faried, tim dari BKSDA Jambi sedang dalam perjalanan menuju lokasi konflik antara satwa dan manusia tersebut. "Antara sore dan malam tim kami sampai di sana," ujarnya.
Ia mengatakan titik wilayah konflik ini bukanlah habitat para harimau Sumatera. Walaupun demikian, jarak dengan Taman Nasional Berbak Sembilan (TNBS) berkisar 3 kilometer. Sedangkan populasi harimau di hutan terakhir kawasan gambut ini diperkirakan sekitar 25 ekor.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Di luar taman nasional. Jaraknya Sekitar 3 kilometer. Hewan ternak dimangsa di kandang," katanya.
Tim BKSDA Jambi akan meninjau lokasi tersebut, dan memasang kamera trap agar pergerkan harimau dapat terdeteksi. Setelahnya, tidak menutup kemungkinan BKSDA Jambi memasang perangkap untuk menangkap dan mengembalikan harimau ke habitatnya.
"Kita lihat lokasi dahulu, dan pasang kamera trap. Mengenai perangkap, kita kaji terlebih dahulu. Kita tidak bisa gegabah melakukan penangkapan. Yang pertama lihat dahulu, ada berapa ekor harimau di kawasan tersebut. Kalau 1 ekor harimau, bisa segera ditangkap. Tapi, kalau ada anak, induk harimau, itu perlu dipikirkan juga," tutur Faried.
Ia pun mengatakan akan menyampaikan perkembangan penanganan konflik harimau dan manusia ini.
"Sementara ini, informasinya itu dahulu. Perkembangan di lapangan nanti kita sampaikan lagi," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
(M Sobar Alfahri)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020