News
·
15 September 2021 20:58
·
waktu baca 2 menit

Tahanan di Jambi yang Kabur dengan Cara Congkel Plafon Berhasil Ditangkap Polisi

Konten ini diproduksi oleh Jambikita.id
Tahanan di Jambi yang Kabur dengan Cara Congkel Plafon Berhasil Ditangkap Polisi (78811)
searchPerbesar
Tahanan berinisial AS (23) berhasil diringkus. (Foto: M Sobar Alfahri/Jambikita.id)
Jambikita.id - Tahanan berinisial AS (23) nekat kabur dengan cara mencongkel plafon di sel tahanan Polsek Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi, Selasa (14/9) dini hari.
ADVERTISEMENT
Ketika melancarkan aksinya, mantan pencuri ini menunggu teman satu selnya terlelap. Setelah berhasil keluar dari kamar tahanan, dia menumpang truk yang ditemukan di jalan.
Polisi yang mengetahui upaya pelariannya, langsung mengejar AS. Berkat komunikasi yang intens dengan Satreskrim Polres Kerinci dan Satreskrim Polres Batanghari, pelarian AS berhasil dihentikan di Kecamatan Muara Tembesi pada pukul 23.00 WIB.
“Tim Kelalawar membantu rekan-rekan dari Tim Tungau Satreskirm Polres Kerinci atas penangkapan tahanan yang melarikan diri dari Polsek Gunung Kerinci,” kata KBO Satreskrim Polres Batanghari, Ipda Fauzan Azim, Rabu (15/9).
Proses penangkapan AS, kata Fauzan, dilaksanakan dengan cara mengikuti truk dari Kecamatan Muara Tembesi menuju Mersam. Tiba di daerah Kampung Baru, Muara Tembesi, polisi menangkap tahanan yang melarikan diri tadi.
ADVERTISEMENT
“Saat ini tersangka kita titip sementara di tahanan Polres Batanghari, karena waktu itu sudah pukul 00.30 WIB tahanan datang. Tim Tungau Satreskrim Polres Kerinci siang ini sudah tiba untuk mengambil tahanan yang melarikan diri,” jelasnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sementara itu, AS sendiri menyampaikan dirinya terpaksa kabur, karena stress. Apalagi adiknya ditinggal sendiri, karena orang tuanya pergi ke Malaysia.
“Saya merantau ke Batanghari pada 2017 di Mersam. Saat ini saya tidak bekerja lagi, sebelum kasus ini saya kerja bangunan. Setelah tidak ada pekerjaan saya mencuri handphone dan uang dengan cara masuk ke rumah orang,” ujarnya.
Kini dia mengaku menyesal, serta berharap dapat menemui penasehat hukum.
"Saya menyesal tapi saya meminta kepada kepolisian untuk menghadirkan penasehat hukum bagi saya, saya berharap keringanan,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Diketahui, AS sudah ditahan selama 25 hari, sebelum dirinya kabur. Warga Kecamatan Kerinci, Kabupaten Kerinci itu masuk tahanan polsek, karena terlibat kasus pencurian tindak pidana melanggar pasal 363 ayat 2 KUHPidana.
(M Sobar Alfahri)