Tersangka Korupsi Pembangunan Puskesmas di Jambi Dilimpahkan ke Jaksa

Konten Media Partner
26 November 2022 14:07
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pelimpahan tahap II tersangka korupsi Puskesmas Bungku/Kejati Jambi
zoom-in-whitePerbesar
Pelimpahan tahap II tersangka korupsi Puskesmas Bungku/Kejati Jambi
ADVERTISEMENT
Jambikita.id - Berkas perkara dan 5 tersangka korupsi pembangunan Puskesmas Bungku, Batanghari, dilimpahkan (tahap II) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batanghari. Berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh penyidik Polda Jambi, Jumat (25/11). Berdasarkan keterangan pers dari Kejati Jambi yang diterima, Sabtu (26/11) pelimpahan dilakukan di kantor Kejati Batanghari. Lima orang tersangka itu adalah, Abu Tholib, Direktur PT MPL, M Fauzi, dan Delly Himawan, mereka semua pelaksana kegiatan. Kemudian dari unsur pemerintahan adalah Adil Ginting, dan Elfie Yennie, mantan Kepala Dinas Kesehatan Batanghari. Semua tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Kepala Kejari Batanghari, Sugih Carvallo, mengatakan, 7 orang jaksa dari Kejari Batanghari dan Kejati Jambi ditunjuk untuk menyidangkan perkara ini. Untuk para tersangka sendiri, saat ini menjadi tahanan jaksa untuk 20 hari ke depan, untuk selanjutnya dilimpahkan ke tahap penuntutan. Untuk saat ini, kata Sugih, para tersangka ditahan di Rutan Polda Jambi. "Kasus ini nanti disidang di Pengadilan Tipikor Jambi, makanya para tersangka kami titipkan di Polda Jambi,” Kajari Batanghari, Jumat (25/11) malam. Untuk diketahui, pembangunan puskesmas ini menggunakan dana alokasi anggaran tahun 2020, senilai Rp 7,2 miliar. Progres pengerjaannya, yang dilakukan PT Mulia Permai Laksono, diungkap Polda Jambi hanya mencapai 88 persen saat bulan Desember tahun 2020. Tetapi, atas perintah Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dana tersebut dicairkan 100 persen. Lalu, timbul kerugian negara senilai Rp 6,3 miliar. Berdasarkan ahli konstruksi dari ITB, Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Christian Tory, mengatakan bangunan tersebut tidak memenuhi kelayakan, meski masih beroperasi. Puskesmas Bungku beroperasi sejak bulan Juli tahun 2021 lalu. Bahkan, sempat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi massal. Hingga saat ini bangunan tersebut masih digunakan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020