News
·
29 Juli 2021 17:40
·
waktu baca 2 menit

Waktu Makan di Tempat Dibatasi, Pengusaha Kafe di Jambi Keberatan

Konten ini diproduksi oleh Jambikita.id
Waktu Makan di Tempat Dibatasi, Pengusaha Kafe di Jambi Keberatan (747503)
searchPerbesar
Zulkifli, salah satu Owner Kawan Sejalan, ketika menyiapkan minuman. (Foto: M Sobar Alfahri/Jambikita.id)
Jambikita.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi membatasi waktu konsumsi makan dan minum di tempat, baik di restoran maupun kafe, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV. Pembatasan itu sesuai dengan instruksi dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI).
ADVERTISEMENT
Ketua Tim Relaksasi Satgas Penanganan COVID-19 Kota Jambi, M Jaelani mengatakan para konsumen hanya bisa menunggu dan mengonsumsi selama 30 menit. Pembatasan itu, kata Jaelani, normatif bisa dijalankan.
"Kalau diatur makan di tempat 20 menit, menunggu hidangannya 10 menit, sehingga 30 menit. Saya pikir secara normatif bisa-bisa saja," katanya, Kamis (29/7).
Namun, sebenarnya dia lebih mementingkan jalannya protokol kesehatan. Sedangkan penerapan pembatasan itu sendiri, bergantung dengan kondisi di lapangan.
Mengenai sanksi tidak menjalankan protokol kesehatan, kata Jaelani, Pemkot Jambi masih mengacu pada peraturan yang terbit pada tahun 2020.
"Dari dulu sudah kita terapkan di Perwal Kota Jambi nomor 21 tahun 2020. Tapi dipertegas lagi dengan instruksi Mendagri RI berupa PPKM level 4," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, salah satu Owner Kawan Sejalan Jambi, Zulkifli menyampaikan pembatasan konsumsi di kafe dan restoran itu sulit dijalankan. Para konsumen menikmati makan dan minum di tempatnya paling sebentar selama 45 menit.
"Mereka juga menikmati suasana. Panjang banget waktu untuk sampai selesai makan dan pulang," tuturnya.
Ia pun mengatakan waktu paling sebentar Kawan Sejalan Jambi menyiapkan pesanan di satu meja, yakni 20 sampai 30 menit.
Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan satu makanan berat saja, bisa mencapai 15 sampai 20 menit.
"Makanan di sini berat ada mie ramen dan rice bowl," katanya.
Bagi Zulkifli, kebijakan tersebut cukup memberatkan pihaknya. Semenjak PPKM berlangsung pendapatan Kawan Sejalan Jambi menurun sampai 40 persen, walaupun sudah buka lebih awal.
ADVERTISEMENT
"Pergerakan pengunjung saat ini menurun drastis. Jadi, kami tidak bisa menjalankan hal itu," pungkasnya.
(M Sobar Alfahri)