kumparan
21 September 2019 13:25

Derita Silfi, Siswi SMP di Mojokerto Penderita Kanker Tulang di Kaki

Untitled Image
Silfi terbaring lemah karena sakit kanker tulang. Ia ditunggu sang ibunda, Agustin.
jatimnow.com - Silfi Qumairo (14) menderita sakit kanker tulang di bagian lutut kaki kanan akibat terjatuh di sekolahnya pada Desember 2018. Diketahui, Silfi tinggal di Dusun/Desa Kedungmaling, RT 02/RW 04, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
ADVERTISEMENT
Anak dari pasangan Mohammad Gozali (37) dan Faizin Laili Agustin (35) itu hanya bisa terbaring di atas kamar tidurnya akibat kanker tulang yang dideritanya.
Siswi kelas VIII salah satu SMP swasta di Kabupaten Mojokerto ini terkadang menangis jika tidak bisa menahan rasa sakit di lututnya yang membengkak itu.
Akibat penyakit kanker yang dideritanya, Silfi tidak bisa menjalani hari-harinya seperti remaja perempuan lainnya. Ia hanya bisa berbaring di tempat tidur di rumahnya.
"Awalnya anak saya terjatuh di sekolahnya sekitar 6 bulan lalu atau Desember 2018 lalu," kata Agustin, ibu Silfi, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (21/9/2019).
Kini badan Silfi nampak kurus karena penyakit dideritanya. Tidak hanya itu, rambut Silfi rontok akibat efek kemoterapi yang dijalani.
ADVERTISEMENT
Ia menambahkan, berbagai upaya untuk menyembuhkan putrinya sudah dilakukan, mulai pengobatan alternatif dan kemoterapi.
"Awalnya dibawa ke klinik, lalu ke Rumah Sakit Sakinah Mojokerto dan pernah kemoterapi di RS Soetomo Surabaya," ujar Agustin dengan mata berkaca-kaca.
Semua yang dilakukan itu tidak menunjukkan perubahan pada buah hatinya. Lutut kaki kanan Silfi setiap hari semakin membengkak dan membesar.
Usai kemoterapi di RS Soetomo, lanjut Agustin, pihak rumah sakit berkata agar luka pada lutut kaki Silfi segera dioperasi. Menurut diagnosis dokter, Silfi mengalami sakit kanker tulang dan harus segera dilaksanakan tindakan operasi.
"Kata dokter yang menangani, anak saya menderita tumor ganas," ujar Agustin.
Silfi menjalani terapi pada 30 Agustus hingga 10 September 2019. Operasi akan dijalani, akan tetapi masih menunggu hasil pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging).
ADVERTISEMENT
Agustin mengobati Silfi hanya dengan mengandalkan KIS (Kartu Indonesia Sehat) bantuan dari pemerintah. Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Mojokerto tidak pernah meninjau kondisi Silfi.
"Saya berharap Silfi segera sembuh," pungkas Agustin.
Editor: Sandhi Nurhartanto / Reporter: Achmad Supriyadi
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan