Duka Suami Kenang Rumini Sebelum Erupsi Gunung Semeru

Konten Media Partner
7 Desember 2021 16:35
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Duka Suami Kenang Rumini Sebelum Erupsi Gunung Semeru (68808)
zoom-in-whitePerbesar
Lumajang - Kesedihan bercampur penyesalan terus diungkapkan Imam Syafii (30), setelah mendapati Rumini (28), istrinya meninggal memeluk Salamah (71), ibu mertuanya dalam kondisi tertimbun abu vulkanik erupsi Gunung Semeru.
ADVERTISEMENT
"Seandainya saya tidak kerja saat itu, mungkin istri dan ibu mertua saya bisa saya selamatkan," ungkap Imam saat ditemui jatimnow.com, Selasa (7/12/2021).
Imam bercerita, pada Jumat (3/12/2021) malam, Rumini tidak seperti biasanya. Semalam suntuk istrinya memeluk dirinya dan meminta keningnya dikecup.
"Mungkin itu pesan terakhir dari istri saya. Semalam penuh dia minta dipeluk dan memeluk saya. Dia juga meminta dicium keningnya," sambung Imam.
Ketika Sabtu (4/12/2021) pagi, Imam pamit pergi untuk mencari pasir di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang bersama bapak kandungnya. Pagi itu juga, anak semata wayangnya Zaki Pratama (4), dijemput keluarga Imam.
Imam pun berangkat dari Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, tempat istri, ibu mertua, dan ia tinggal.
ADVERTISEMENT
Sabtu sore, Imam bergegas pulang setelah tahu Gunung Semeru erupsi. Sampai di Dusun Curah Kobokan, dia bertanya kepada keluarga dan warga tentang kondisi istri dan ibu mertuanya. Sebab rumahnya sudah tertimbun abu vulkanik.
"Katanya istri dan ibu mertua saya sudah dievakuasi. Tapi setelah saya cari ke titik evakuasi, keduanya tidak ada," tutur dia.
"Dan pada Minggu pagi, kakak ipar saya ini yang mengetahui ada kaki. Setelah kita bongkar debunya, ternyata istri saya memeluk ibu mertua dalam kondisi meninggal. Posisinya di dapur," sambung Imam.
Setelah dievakuasi, jenazah istri dan mertuanya dimakamkan hari itu juga di kampung halaman Imam di Dusun Kajarkuning, Desa Sumberwuluh.
"Seandainya saya tidak kerja saat itu, mungkin istri dan ibu mertua saya bisa saya selamatkan," ucap Imam lagi dengan mata berkaca-kaca.
ADVERTISEMENT
Menurut Imam, ibu mertua itu bisa jalan kalau pakai tongkat.
"Biasanya kalau siang sering ke dapur. Kalau tidur di bagian depan rumah," ucap pria yang sudah 5 tahun menikah dengan Rumini tersebut.
Imam juga mengaku saat itu hanya ada istri dan ibu mertuanya di rumah. Sedangkan keluarga besar istrinya berada di rumah lain.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020