Polisi Sebut Nama pada KTP di Markas ISIS Yaman Bukan Warga Mojokerto

Konten Media Partner
31 Agustus 2020 14:22 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Polisi Sebut Nama pada KTP di Markas ISIS Yaman Bukan Warga Mojokerto
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
jatimnow.com - Setelah beredar video KTP dengan alamat Mojokerto ditemukan di markas ISIS di Yaman, polisi dan TNI mendatangi rumah sesuai dengan alamat tersebut.
ADVERTISEMENT
Dalam video yang diunggah akun Twitter @Natsecjeff itu tertera nama Syamsul Hadi Anwar dengan alamat Japan Raya Jalan Basket Blok NN 15 RT 01 RW 12, Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Saat reporter jatimnow.com mendatangi alamat tersebut, rumah itu ternyata milik Moh Subhan alias Aan, yang saat ini sedang merantau di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Rumah itu sudah kosong sejak 10 tahunan sehingga saat ini banyak bagiannya yang rusak.
"Ini rumah adik saya. Kebetulan saya yang megang kunci, saya yang memperbaiki rumah ini. Tahu-tahu ada berita katanya ini dibuat sarang teroris," kata Agus Edi Faishol, kakak ipar Subhan saat ditemui jatimnow.com di lokasi, Senin (31/8/2020).
Agus juga mengaku tidak kenal foto yang terpasang pada KTP itu dan tidak mengenal nama yang tertera di KTP tersebut.
ADVERTISEMENT
Baca juga:  
"Saya tidak kenal nama itu. Ini yang punya rumah ini namanya Aan (Moh Subhan), yang sekarang posisinya di Kalimantan Tengah," jelasnya.
Ilustrasi e-KTP. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Sementara warga setempat menyebut bahwa sejak video itu beredar di media sosial, sejumlah polisi dan TNI mendatangi rumah tersebut.
"Kemarin ada anggota polisi dan TNI yang sudah datang," kata perempuan warga setempat yang meminta agar namanya tidak disebutkan.
Terpisah, Kapolsek Sooko, AKP Amat menyebut bahwa pihaknya sudah mendatangi rumah yang tertera sesuai di KTP tersebut.
"Sudah mas. Kami mengecek ke lokasi dan meminta keterangan tetangga serta ke pihak desa. Sesuai keterangan dari Kepala Desa Japan, yang bersangkutan bukan warga Japan," ungkap Amat.
ADVERTISEMENT
Video penggerebekan markas ISIS di Yaman itu menjadi sorotan setelah akun Twitter FJ @Natsecjeff mengunggahnya. Akun ini mengunggah empat video pada pukul 12.51 Wib, Sabtu (29/8/2020).
"Houthi video footage from its recent ops against AQAP and IS in al-Bayda. #Yemen. (Rekaman video Houthi dari operasi terakhirnya melawan AQAP dan ISIS di al-Bayda. #Yaman)," tulis akun @Natsecjeff seperti yang dilihat jatimnow.com, Minggu (30/8/2020).
Dalam video itu tampak militan Houthi menemukan sebuah KTP Warga Negara Indonesia (WNI) tepatnya Mojokerto, Jawa Timur. Juga telihat uang rupiah pecahan Rp 10 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu.