Pencarian populer

Aplikasi 200.000 Rupiah Berhasil Akali Aturan WhatsApp di India

Tiruan WhatsApp dan perangkat lainnya seharga 14 dolar AS berjasa membantu pemasar digital India dan aktivis politik untuk mengelabui aturan anti-spam yang dibuat oleh aplikasi percakapan terpopuler dunia tersebut, demikian diberitakan Reuters.

Aksi ini menjadi tantangan bagi WhatsApp dalam mencegah penyalahgunaan di India, pasar terbesarnya yang dihuni lebih dari 200 juta pengguna.

Dengan gencarnya kampanye di pemilu India yang akan berakhir pada 19 Mei, permintaan untuk perangkat tersebut telah melonjak, menurut keterangan perusahaan digital dan sumber Reuters di partai penguasa Bharatiya Janata Party (BJP) dan rival utamanya Congress Party.

Setelah pesan palsu di WhatsApp tahun lalu menyulut pengeroyokan di India, WhatsApp membatasi penerusan pesan hanya oleh lima pengguna. Perangkat yang muncul di India sanggup mengakali pembatasan tersebut dan memungkinkan pengguna menjangkau ribuan orang dalam satu waktu.

Divya Spandana, pimpinan tim media sosial Congress Party dan kepala tim IT BJP, Amit Malviya sama-sama tidak merespon permintaan komentar oleh Reuters.

Rohitash Repswal, pemilik bisnis pemasaran digital di New Delhi mengaku dirinya menjalankan usaha perangkat lunak seharga 14 dolar AS dalam beberapa bulan terakhir untuk mengirimkan hingga 100.000 pesan WhatsApp dalam sehari bagi dua anggota BJP.

“Apapun yang dilakukan WhatsApp, selalu ada cara mengakalinya,” ujar Repswal saat diwawancara di rumahnya.

Reuters menemukan penyalahgunaan WhatsApp paling tidak dalam tiga cara di kontestasi politik India: aplikasi tiruan gratis yang tersedia di dunia maya digunakan oleh beberapa relawan BJP dan Congress untuk secara manual mengirimkan pesan massal; perangkat lunak yang memungkinkan pengguna mengirim pesan WhatsApp dengan otomatis, dan beberapa perusahaan menawarkan pekerja politik peluang untuk masuk ke sebuah situs dan mengirimkan sejumlah besar pesan WhatsApp dari nomor anonim.

Sedikitnya tiga perangkat lunak tersedia di situs Amazon India. Ketika dibeli oleh reporter Reuters, pesanan dikirimkan dalam bentuk cakram padat yang dibungkus kardus, tanpa mencantumkan nama perusahaan.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23