kumparan
search-gray
Tekno & Sains8 Agustus 2018 8:25

CEO Baidu : Kami Siap Kalahkan Google Jika Kembali Masuk China

Konten kiriman user
CEO Baidu : Kami Siap Kalahkan Google Jika Kembali Masuk China (234985)
Baidu (Foto : Reuters)
Baidu siap untuk mengalahkan Google di China, tantang CEO Baidu di media sosial, menyikapi beredarnya kabar perusahaan mesin pencari asal Amerika tersebut untuk kembali masuk ke negara yang ditinggalkannya delapan tahun silam.
ADVERTISEMENT
Mesin pencari Google diblokir di China sejak 2010 ketika mereka keluar dari negara Tirai Bambu tersebut karena masalah etika bisnis yang terkait dengan aturan sensor China yang ketat. Saat ini Baidu mendominasi sektor mesin pencarian di China.
Pekan lalu Reuters melaporkan bahwa Google mengembangkan versi disensor untuk mesin pencarinya di China, berdasarkan keterangan pegawai Google dan pejabat China. Rencana ini pertama kali diberitakan oleh The Intercept.
Dalam sebuah kiriman di media sosial hari Selasa, CEO Baidu, Robin Li mengatakan jika kedua perusahaan berhadapan,”Baidu akan menang lagi”. “Perusahaan China punya cukup kemampuan dan kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat global,” tambah Li.
Juru bicara Baidu mengonfirmasi bahwa pernyataan tersebut memang otentik.
ADVERTISEMENT
Li memberikan reaksi atas artikel yang ditulis harian negara People’s Daily yang menyatakan Google diterima di China dengan syarat mematuhi hukum yang ada. Tulisan tersebut belakangan dihapus dari akun Twitter dan Facebook People’s Daily.
Artikel tersebut mulai beredar pertama kali di surat kabar milik negara yang lain hari Senin.
Kabar rencana kembalinya Google dengan mesin pencari yang disensor, yang mendapat kritik dari pegiat HAM sebagai sebuah kemunduran atas kebebasan berpendapat, muncul saat pemerintah China semakin memperketat pengawasan atas kerjasama bisnis yang melibatkan perusahaan Amerika seperti Facebook, Apple, dan Qualcomm di tengah panasnya perang dagang antara kedua negara.
Apple menghapus ratusan aplikasi dari toko aplikasinya di China tahun lalu di bawah aturan sensor yang semakin ketat di era Xi Jinping.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white