kumparan
16 Mei 2019 0:06 WIB

Facebook Batasi Fitur Live Setelah Penembakan di Selandia Baru

Facebook (Foto : Reuters)
Facebook pada hari Selasa menyatakan akan memperketat aturan untuk fitur siaran langsungnya menjelang pertemuan dengan para pemimpin dunia, dengan tujuan memberantas kekerasan daring setelah terjadi penembakan massal di Selandia Baru.
ADVERTISEMENT
Seorang pria bersenjata membunuh 51 orang dia dua mesjid di kota Christchurch tanggal 15 Maret sambil menyiarkanlangsung aksinya lewat Facebook. Kejadian ini menjadi catatan terburuk Selandia Baru yang dikenal damai dan membuatnya mendesak perusahaan teknologi untuk berbuat lebih dalam menghambat penyebaran ekstremisme di platformnya.
Facebook dalam keterangannya memperkenalkan kebijakan ‘satu pukulan’ untuk pengguna Facebook Live, di mana secara sementara membatasi akses orang-orang yang telah mendapat hukuman sebelumnya karena melanggar aturan paling serius platform mereka di mana pun.
Perbuatan pertama akan ditutup aksesnya ke Live selama beberapa waktu, jelas Facebook. Facebook juga memperluas batas pelanggaran yang dihukum penutupan akses.
PM Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan perubahan ini merupakan perwujudan dari komponen penting sebuah gerakan yang dinamakan ‘Seruan Christchurch’ yang dipimpinnya langsung untuk menghambat penyebaran kekerasan di dunia maya.
ADVERTISEMENT
“Keputusan Facebook untuk membatasi siaran langsung adalah langkah pertama yang baik untuk membatasi penyalahgunaan aplikasinya oleh teroris, dan menunjukkan Seruan Christchurch mulai diwujudkan,” jelas Ardern dalam surel yang dikirimkan jubirnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan