• 0

USER STORY

Facebook Perketat Aturan Terkait Pengiklan di Layanannya

Facebook Perketat Aturan Terkait Pengiklan di Layanannya


Facebook (Foto : Reuters)
Facebook mengetatkan aturan terkait siapa saja yang dapat mengambil untung dengan mengiklan di jejaringnya, sebagai bentuk respon terhadap kritikan bahwa mereka terlalu memudahkan pembuat berita palsu dan sensasional untuk mendapat uang.
Jejaring sosial terbesar dunia ini mengimplementasikan standar baru dengan efek terdekatnya untuk memperjelas produser konten seperti apa yang bisa mendapat uang dari Facebook.
Standar baru ini bertepatan dengan kemunculan Chief Operating Officer (COO) Sheryl Sandberg di Jerman yang merupakan salah satu kritikus terbesar Facebook dalam hal ujaran kebencian dan perlindungan privasi.
Facebook bersama Google menyediakan 40 persen iklan di internet, yang diramalkan oleh konsultan Zenith akan tumbuh 13 persen ke USD 205 miliar pada tahun ini, mengambil alih posisi televisi sebagai kanal terbesar bagi perusahaan untuk menawarkan produknya.
Pejabat pemasaran telah mengritik Facebook yang dinilai gagal memastikan iklan digital yang didistribusikan ke lebih dari 2 miliar penggunanya benar-benar tepat sasaran.
Mereka juga menarik kritikan tajam dari pengiklan besar karena menggelembungkan angka audiensnya dan tidak cukup baik mencatat iklan yang beredar, yang terkadang ditempatkan berdampingan dengan konten bertentangan dengan produk bersangkutan..
Pada hari Rabu, Facebook mengatakan akan mencari akreditasi dari Media Ratings Council, sebuah organisasi nirlaba yang mengukur layanan audiens.
“Kami sangat serius dalam bertanggungjawab untuk meraih dan menjaga kepercayaan orang-orang di bisnis,” kata Sandberg yang dikutip Reuters.
“Kami dengar kekhawatiran mereka tentang lingkungan aman, tentang standar, tentang pengukuran yang kesemuanya penting bagi kami,” jelas Sandberg.
“Kami berusaha keras untuk memberikan anda lebih banyak kendali untuk pilihan penempatan iklan,” tutup Sandberg.
Standar Komunitas
Untuk mendapat uang dari Facebook di masa depan, pembuat konten harus menaati aturan yang dinamakan standar komunitas yang berusaha memastikan bahwa konten yang dibuat otentik, tidak ofensif, dan mengikuti panduan yang ada.
Para pembuat konten yang ditengarai misinformasi atau berita palsu dapat dinyatakan tidak berhak mendapat untung dari Facebook, termasuk juga pembuat berita ‘clickbait’ dan pencari sensasi.
Panduan Facebook untuk monetisasi memberikan definisi yang luas tentang konten yang akan dilarang, termasuk ‘karakter hiburan keluarga yang terlibat dalam perbuatan tidak pantas, kekerasan atau seksualitas’.
Facebook juga akan menyamarkan gambar-gambar kematian, korban jiwa dan cedera fisik lainnya dalam tragedi seperti bencana alam dan konten yang merendahkan, melecehkan orang atau kelompok lain.


FacebookMedia SosialBerita PalsuTeknologiHoax

500

Baca Lainnya