kumparan
10 Feb 2019 0:07 WIB

Lithuania Kebanjiran Lamaran Fintech yang Khawatir dengan Brexit

Bendera Inggris dan Uni Eropa (Foto : Reuters)
Sekitar 100 perusahaan dan startup keuangan asal Inggris dan negara lainnya mengajukan izin ke Lithuania yang menjadi hub tekfin guna memastikan tetap memegang akses ke Uni Eropa setelah Brexit, demikian diuatarakan pihak bank sentral Lithuania kepada Reuters.
ADVERTISEMENT
Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret kelak, namun belum mencapai kesepakatan terkait hubungan setelah Brexit, yang berarti perusahaan pemegang izin di Inggris kemungkinan tidak lagi memiliki hak menyediakan jasa keuangan di negara-negara Uni Eropa.
Para perusahaan yang seperempatnya berasal dari Inggris berupaya memperoleh izin institusi uang elektronik, kata Marius Jurgilas, anggota dewan komisaris bank sentral Lithuania dalam sebuah wawancara dengan Reuters.
“Sepertinya para perusahaan ini yang beberapa di antaranya cukup besar, berperilaku layaknya para mahasiswa yang baru kelabakan sehari sebelum diadakan ujian,” ujarnya.
Dia menyatakan Lithuania dapat memproses pengajuan izin institusi uang elektronik paling cepat tiga bulan, lebih singkat dibanding beberapa negara lain di Uni Eropa yang bisa memakan satu tahun, yang menjadikannya unggul sebagai pusat tekfin dibanding misalnya Luxemburg, Irlandia, atau Belgia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan