kumparan
15 Mei 2019 23:38 WIB

Tiruan WhatsApp Laris Manis di Kampanye Pemilu India

Versi modifikasi dari aplikasi popular telah jadi hal biasa seiring telah lamanya para pegiat teknologi berhasil melakukan rekayasa balik terhadap aplikasi bersangkutan. Perangkat yang dibuat untuk mencurangi aturan WhatsApp diiklankan di video-video dan forum daring yang ditujukan ke pengguna di Indonesia dan Nigeria yang sama-sama melakukan pemilu tahun 2019.
ADVERTISEMENT
Bagi politisi India, WhatsApp, Facebook, dan Twitter adalah perangkat kampanye penting untuk meraup suara dari 900 juta penduduk.
Dua narasumber dari Congress Party dan BJP di India mengatakan kepada Reuters bahwa relawannya memakai aplikasi tiruan seperti ‘GBWhatsApp’ dan ‘JTWhatsApp’ yang memungkinkan mereka melewati batasan WhatsApp.
Kedua aplikasi memiliki antarmuka berwarna hijau yang mirip dengan WhatsApp dan dapat diunduh secara cuma-cuma dari lusinan blog teknologi. Mereka tidak tersedia di toko aplikasi resmi Google namun tetap dapat berfungsi di Android.
WhatsApp menyebut aplikasi demikian sebagai tidak resmi dan akun penggunanya bisa dibekukan sehingga tidak bisa memakai nomor tertentu. Beberapa relawan Congress Party mengaku tidak peduli dengan ancaman tersebut.
“WhatsApp terkadang membekukan beberapa nomor tersebut, namun para relawan akan menggunakan nomor baru untuk mendaftar,” jelas anggota Congress Party yang mengetahui langsung aktivitas tersebut.
ADVERTISEMENT
Di Mumbai, salah seorang anggota tim media sosial dari kandidat senior BJP mengatakan dengan tidak adanya halangan terhadap JTWhatsApp berarti timnya dapat dengan mudah meneruskan pesan ke 6.000 orang dalam sehari, selain juga berkas video yang menayangkan konten politik yang ukurannya lebih besar dari yang diizinkan oleh layanan WhatsApp.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan