Konten dari Pengguna

4 Makanan Khas Megengan, Tradisi Unik Sambut Ramadan

Jendela Dunia
Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
27 Februari 2025 7:46 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Makanan Khas Megengan. Foto hanya sebagai ilustrasi, bukan gambar sebenarnya. Sumber foto: Unsplash-Deski Jayantoro
zoom-in-whitePerbesar
Makanan Khas Megengan. Foto hanya sebagai ilustrasi, bukan gambar sebenarnya. Sumber foto: Unsplash-Deski Jayantoro
ADVERTISEMENT
Jelang bulan Ramadan, beberapa daerah Indonesia memiliki tradisi unik yang dipersiapkan untuk menyambut bulan suci, salah satunya ialah tradisi magengan. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh warga untuk berkumpul, berdoa, sambil menyajikan makanan khas megenang.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari website pariwisata.demakkab.go.id, megengan dalam bahasa Indonesia berarti menahan, menahan lapar, haus dan hawa nafsu ketika bulan suci Ramadhan tiba.
Menjadi salah satu kegiatan siar dakwah Wali pada masa lampau di Demak, hingga kini tradisi tersebut masih dilestarikan khususnya oleh warga Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Tradisi Sajian Makanan Khas Megengan

Makanan Khas Megengan. Foto hanya sebagai ilustrasi, bukan gambar sebenarnya. Sumber foto: Unsplash-Clique Images
Tradisi ini menjadi momen berkumpul untuk menyantap hidangan makanan, sambil meminta ampunan dan memohon kelancaran puasa Ramadan. Ada sejumlah makanan khas megengan yang wajib disajikan saat merayakan tradisi tersebut, salah satunya adalah camilan tradisional kue apem.
Inilah beberapa makanan yang biasa disajikan dalam kegiatan megengan.

1. Kue Apem

Kue tradisional ini menjadi salah satu makanan yang wajib ada saat acara megengan. Kue ini menjadi simbol permohonan maaf kepada sesama dan juga kepada Tuhan.
ADVERTISEMENT
Kue apem juga dimaknai sebagai simbol keikhlasan dalam meminta maaf dan memaafkan. Kue khas Jawa ini digemari oleh anak-anak dan dewasa karena memiliki rasa gurih dan juga manis. Kue ini terbuat dari campuran tepung beras, santan, tapai, singkong, gula pasir, gula Jawa, dan garam.

2. Nasi Berkat

Selanjutnya adalah nasi berkat atau sego berkat. Tidak hanya nasi, dalam kotak makanan ini juga tersedia beragam lauk pauk. Mulai dari ayam atau daging, sayur, tahu, tempe, mi goreng, urap hingga serundeng.
Makna dari nasi berkat adalah agar setiap orang yang menyantapnya mendapatkan keberkahan selama menjalani ibadah di bulan Ramadan.

3. Buah Pisang

Tak lengkap rasanya jika acara megengan tidak menyediakan buah pisang. Ternyata dalam tradisi Jawa, buah ini memiliki simbol sosial yang mendalam.
ADVERTISEMENT
Dalam bahasa Jawa, pisang disebut dengan gedang. Kata tersebut hampir mirip dengan kata 'gadang' yang berarti dipeluk erat. Sehingga banyak yang memaknai buah pisang sebagai eratnya tali silaturahmi antarumat Muslim.

4. Sate Keong

Sate keong menjadi makanan khas megengan di wilayah Demak, Jawa Tengah. Konon pada zaman dahulu, sate keong merupakan lauk keseharian masyarakat yang memiliki banyak protein dan bergizi. Sate ini cocok disandingkan dengan lontong opor yang berisi nasi lontong, sayur, telur dan daging ayam cincang.
Itulah beberapa makanan khas megengan yang wajib disajikan dalam kegiatan acara atau tradisi tersebut. Berbagai hidangan yang disajikan tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam terutama dalam menjalankan ibadah Ramadan. (WIN)
ADVERTISEMENT