Konten dari Pengguna

Sejarah Geopark Silokek, Warisan Tersembunyi Sumbar yang Indah

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Geopark Silokek. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Ian Turnell
zoom-in-whitePerbesar
Geopark Silokek. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Ian Turnell

Geopark Silokek merupakan warisan alam yang memukau dengan keindahan dan keanekaragaman geologinya. Kawasan ini terkenal dengan morfologi batuan purba yang mengesankan, termasuk tebing karst yang membentang pada ketinggian 200-600 mdpl.

Tepat di bawah tebing karst ini mengalir Batang Kuantan, sungai yang menjadi pusat kegiatan arung jeram, terutama pada musim hujan ketika debit airnya mencapai level tiga. Hal tersebut juga menjadi salah satu daya tarik para pengunjung dari tempat ini.

Sejarah dan Keindahan Geopark Silokek

Geopark Silokek. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Pok Rie

Mengutip dari situs indonesia.go.id, keindahan alam geopark ini dilengkapi dengan kehadiran sejumlah gua, seperti Ngalau Inyiak Umpuh, Talago, dan Gunung Tombuok, serta beberapa air terjun seperti Air Terjun Lubuak Pandakian.

Kawasan ini juga menyimpan berbagai sumber air panas alami di Nagari Aie Angek. Tak ketinggalan, beberapa titik di sepanjang Batang Kuantan menghadirkan pasir putih bersih, menciptakan pemandangan yang menakjubkan.

Selain keindahan alamnya, geopark ini juga menyimpan sejarah yang kaya. Salah satunya adalah bangkai lokomotif uap tua di Nagari Durian Gadang, saksi bisu dari masa penjajahan Jepang yang memaksa ribuan pekerja untuk membangun jalur kereta api pengangkut batu bara.

Jalur ini dikenal sebagai "Rel Kematian" karena banyaknya pekerja yang tewas akibat kelaparan dan kelelahan. Di kawasan ini juga terdapat makam-makam tokoh penting, seperti Syekh Ibrahim, murid dari Sunan Kudus, yang menyebarkan Islam di Ranah Minang.

Geopark Silokek meliputi kawasan seluas 130 ribu hektare, mencakup dua kecamatan, yakni Sumpur Kudus dan Sijunjung. Kawasan ini tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan kekayaan geologinya, tetapi juga karena peran pentingnya dalam sejarah dan budaya lokal.

Keanekaragaman flora dan fauna, termasuk raflesia dan harimau sumatra, menambah daya tarik Geopark Silokek sebagai destinasi ekowisata.

Sebagai salah satu dari 15 geopark nasional yang diakui oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Geopark Silokek dikelola dengan prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Melalui kerja sama antara masyarakat lokal dan pemerintah daerah, kawasan ini diharapkan tetap terjaga kelestariannya, sehingga dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Baca juga: 3 Objek Wisata Terbaru di Sumbar yang Masih Belum Banyak Dieksplorasi

Dengan segala keindahan dan kekayaan yang dimilikinya, Geopark Silokek layak disebut sebagai warisan tersembunyi Sumatera Barat yang indah. Potensi wisata dan nilai sejarahnya menjadikannya sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pencinta alam dan sejarah. (RIZ)