Kumplus- Opini JJ Rizal- MH Thamrin
14 Januari 2021 18:31

Cermin 80 Tahun Kematian MH Thamrin

Di tengah hujan deras, Sukarno tiba di Desa Cibogel, Bogor. Orang mengelu-elukan. Tetapi, ia bergegas diantar Barisan Banteng yang dipimpin Marsono ke hulu Cisadane. “Aku ingin yang bulat besar itu,” kata Sukarno.
Hari itu 11 Januari 1943. Tepat dua tahun meninggalnya MH Thamrin. Perlu seminggu batu seberat hampir dua ton yang ditunjuk Sukarno dapat diangkat. Batu inilah yang ia rancang menjadi nisan makam Thamrin di Karet, Jakarta. Ia menyebut alasannya, “Batu asli itu lambang kekuatan alam, tak lekang oleh panas tak lapuk karena hujan, demikian semangat Thamrin membela kebenaran, harus tahan tak lenyap ditelan zaman.”
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu