Kumplus- JJ Rizal- BRIN

Romusha di Kamp, Ilmuwan di BRIN

Sejarawan. Pengelola penerbit Komunitas Bambu.
12 Januari 2022 16:47
·
waktu baca 8 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
“Semua akan baik-baik saja sekarang,” kata Achmad Mochtar pada ilmuwan Eijkman Instituut di penjara Kempetai.
Boleh jadi itu kalimat penghiburan, tetapi juga ungkapan optimisme seorang dokter-ilmuwan yang disertasinya di Belanda mematahkan hipotesis Noguchi Hideyo, ilmuwan besar Jepang yang berkali-kali dinominasikan Nobel untuk kajiannya soal leptospira dan kaitannya dengan demam kuning. Dokter-ilmuwan pribumi itu, yang ketika Jepang datang memimpin Eijkman Instituut, lembaga kedokteran dan higiene tropis paling prestisius di dunia karena dampak dan keunggulannya dalam hal kesehatan masyarakat tropis, yakin kelak Indonesia bisa merdeka sains dihormati.
Mochtar dipancung Kempetai di Ancol pada 3 Juli 1945. Di tempat lain di Jakarta, di waktu yang bersamaan, Badan Untuk Menyelidiki Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) tengah bersidang menyiapkan UUD untuk Indonesia yang dekat akan merdeka. Pembukaannya menyebut bahwa salah satu alasan utama dibentuknya pemerintah Indonesia adalah “...untuk mencerdaskan kehidupan bangsa”. Sampai di sini para anggota BPUPK, mereka yang kelak disebut sebagai “Pendiri Bangsa” ini, tengah menegaskan nilai utama yang disebut Jawaharlal Nehru dalam bukunya The Discovery of India (1946) sebagai scientific temper atau perangai ilmiah. Sebuah perangai yang dijabarkan sebagai perihal penting dalam membangun India merdeka.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanplus
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanplus
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Jika pemerintah gagal menegakkan sociale rechtvaardigheid tapi pemimpinnya dipuja, ingat piwulang Blegeduwong: bulu ayam setebal apa pun tidak akan menutupi perbuatan bohongnya. Kolom JJ Rizal di kumparanplus, terbit tiap Rabu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten