• 4

Ditemukan Vaksin Ebola Baru yang 100 Persen Ampuh

Ditemukan Vaksin Ebola Baru yang 100 Persen Ampuh



Ebola

Virus Ebola (Foto: Manjurul Haque / EyeEm)

Virus menular mematikan, Ebola, pertama kali ditemukan di Zaire, Afrika, pada 1976. Sejak saat itu, banyak usaha yang dilakukan manusia untuk menciptakan vaksin penyakit ini, namun belum ada yang benar-benar ampuh.
Pada 2014, virus Ebola membunuh 11.000 orang yang tinggal di Afrika, lalu menyebar ke wilayah lain, seperti Eropa dan Amerika Serikat. Hal ini semakin mendorong para ahli menciptakan vaksin yang ampuh.
Kini, setelah melewati satu dekade pengujian, sebuah vaksin Ebola yang baru dilaporkan bisa memberi perlindungan 100 persen untuk salah satu dari dua jaringan virus Ebola. Vaksin yang diberi nama rVSV-ZEBOV ini masih belum disetujui oleh pihak berwenang, tetapi dianggap sangat efektif dan sudah disiapkan sebanyak 300.000 pil apabila wabah Ebola menyerang lagi.
Para ahli kesehatan optimis vaksin ini merupakan solusi ampuh karena bisa bekerja cepat mencegah virus Ebola.
"Vaksin ini datang terlambat ketika sudah banyak nyawa yang direnggut oleh wabah Ebola di Afrika Barat, tapi untuk serangan wabah berikutnya, kami sudah siap," ujar Marie-Paule Kieny, Asisten Direktur Urusan Umum World Health Organization (WHO), seperti dikutip dari The New York Times.
Meski demikian, vaksin baru ini memiliki beberapa kekurangan. Selain hanya bekerja untuk satu dari dua jaringan utama virus Ebola, perlindungan yang diberikan vaksin ini belum bisa bertahan untuk jangka panjang.
Pengujian vaksin rVSV-ZEBOV untuk mengatasi virus Ebola dipimpin oleh WHO, Kementerian Kesehatan Guinea, Institusi Kesehatan Masyarakat Norwegia, dan institusi lain. Vaksin ini dikembangkan selama lebih dari sepuluh tahun oleh Badan Kesehatan Masyarakat Kanada dan tentara Amerika Serikat.

Klaim 100 Persen Ampuh
Pengujian vaksin baru rVSV-ZEBOV melibatkan 11.841 warga Guinea pada tahun 2015. Dari 5.837 orang yang mendapat vaksin rvSV-ZEBOV, tidak ada yang terpapar virus Ebola, sementara 23 orang yang tidak mendapat vaksin, terpapar Ebola.
Dari hasil pengujian ini para ahli yang mengembangkan vaksin mengklaim bahwa perlindungan obat itu ampuh 100 persen.
Efek samping dari vaksin umumnya ringan, seperti sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot.
"Ini merupakan kabar baik untuk menghadapi serangan wabah berikutnya, yang bisa terjadi di mana saja," ujar Dr. Anthony S. Fauci, Direktur Institut Penanganan Alergi dan Penyakit Infeksi Nasional Amerika Serikat.
Kehadiran vaksin ini diharapkan menjadi sebuah awal untuk bisa benar-benar membasmi virus Ebola secara penuh di masa depan.
Sudah banyak terjadi penyebaran wabah Ebola antara tahun 1976 hingga 2014, dan berbagai penanganan telah dilakukan, mulai dari mengirim tim medis, mengisolasi yang terjangkit, mengenakan peralatan pelindung untuk merawat pasien, dan mengubur yang meninggal.

SainsPenyakitEbola

500

Baca Lainnya