• 3

Ditipu Berita Palsu, Menteri Pakistan Ancam Israel soal Nuklir

Ditipu Berita Palsu, Menteri Pakistan Ancam Israel soal Nuklir



Khawaja Muhammad Asif

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif (Foto: Dok. Facebook Khawaja Asif )

Berita palsu atau 'hoax' yang tersebar di dunia maya sangat bisa menggiring opini dan mendorong seseorang dalam menentukan sikap. Seorang Menteri Pertahanan Pakistan pun jadi korban, sampai ia melontarkan pernyataan menanggapi sebuah kabar palsu soal nuklir dan sempat membuat hubungan dengan Israel memanas.
Di media sosial Twitter, terjadi ketegangan antara Pakistan dan Israel, yang sama-sama memiliki senjata nuklir. Ketegangan ini terjadi setelah beredar berita dengan judul, "Menteri Pertahanan Israel: Jika Pakistan mengirim pasukan darat ke Suriah dengan dalih apapun, kami akan menghancurkan negara ini dengan serangan nuklir."
Berita itu muncul pada 20 Desember lalu di situs AWD News, yang mengutip perkataan dari mantan Menteri Pertahanan Israel, Moshe Yaalon. Namun, tak ada bukti Yaalon pernah mengatakan kalimat tersebut.
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Mohammad Asif, ternyata merupakan salah seorang yang menanggapi artikel palsu itu. Ia mengirim sebuah peringatan kepada Israel melalui Twitter, yang mengatakan, "Pakistan juga negara nuklir."


Dalam kicauannya, Asif tampak percaya dengan berita tersebut. Ia sepertinya tidak mengecek kebenaran dari berita tersebut.
Kurang dari sehari kemudian, Kementerian Pertahanan Israel membalas pernyataan Asif di Twitter. Kementerian Pertahanan Israel membantah Yaalon pernah berkata seperti itu dan berita tersebut sepenuhnya fiktif.


Dilansir The Guardian, AWD News memang telah diidentifikasi sebagai situs berita palsu oleh organisasi penguji fakta.
Saat ini, arus informasi palsu yang menyebar di internet memang tak bisa dikendalikan. Media sosial seperti Facebook sudah mulai menguji cara-cara menangani hoax yang banyak tersebar di platform milik Mark Zuckerberg tersebut.
Namun, belum ada cara ampuh untuk membendung berita 'hoax' yang menjerumuskan tersebut. Semuanya kembali ke pengguna internet itu sendiri, bagaimana pengguna memilah-milah mana situs yang bisa dipercaya dan yang mana yang tidak. Pengguna menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran berita palsu di masyarakat.

TeknologiMedia SosialIsraelPakistanBerita Palsu

500

Baca Lainnya