• 5

Gambar-gambar yang Terlihat dan Tersembunyi di Uang Baru 2016

Gambar-gambar yang Terlihat dan Tersembunyi di Uang Baru 2016



Pecahan Uang Baru

Pecahan uang baru seluruh nominal (Foto: Fanny Kusumawardhani)
Apakah Anda sudah memiliki uang kertas rupiah tahun emisi (TE) 2016 yang baru saja diluncurkan? Meraba dan mencari tahu perbedaannya dengan uang lama bisa jadi adalah hal pertama yang Anda lakukan ketika melihat pecahan uang baru itu.
Gambar pahlawan adalah hal yang paling menarik perhatian, karena bisa dilihat secara kasat mata dan paling jelas. Di sisi lain dari uang baru juga terlihat jelas tarian dari satu daerah.
Selain yang kasat masa, uang yang diberi nama Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia ini juga menyimpan sejumlah gambar atau objek yang tersembunyi, alias yang terlihat jika uang itu diterawang pada pecahan Rp 1.000 sampai Rp 100.000.
Penasaran dengan gambar-gambar yang terlihat maupun tersembunyi di uang baru 2016? Berikut daftarnya:
1. Gambar Pahlawan di Uang Lama 'Bersembunyi' di Uang Baru
Pada uang pecahan Rp 2.000, Rp 10.000, Rp 20.000, dan Rp 50.000, dapat ditemukan keunikan dari gambar pahlawan yang tersembunyi di dalamnya ketika uang diterawang ke cahaya. Apa uniknya? Ternyata di uang pecahan yang telah disebutkan ini, gambar pahlawan yang tersembunyi adalah gambar pahlawan yang menghiasi uang edisi sebelumnya.
dhloms66escn8shnmbxx.jpg
a9zxcdjmgw4dz6jtxs3f.jpg
f44psjmqvzlvcnu3xzqr.jpg
ceauoxoh3inkvsjfuhyl.jpg
Di uang Rp 2.000, terdapat gambar pahlawan Pangeran Antasari yang tersembunyi, sementara gambar utama adalah Mohammad Hoesni Thamrin. Lalu, di uang Rp 10.000, penampakan Sultan Mahmud Badaruddin II dapat dilihat ketika diterawang, menemani pahlawan asal Papua, Frans Kaisiepo yang menjadi gambar utama.
Kita juga dapat melihat Oto Iskandar Dinata kembali hadir di uang Rp 20.000. Ia akan muncul ketika uang diterawang, sementara Sam Ratulangi menjadi tokoh utama yang bisa dilihat secara kasat mata.
Untuk uang Rp 50.000, masih ingat I Gusti Ngurah Rai selalu menghiasai uang berwarna biru yang kita simpan di dalam dompet. Di uang baru, I Gusti Ngurah Rai menjadi gambar tersembunyi, ketika Ir. H. Djuanda mengisi posisinya sebagai gambar utama.
Presiden dan Wakil Presiden pertama RI, Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, tak tergantikan di uang Rp 100.000. Di posisi gambar tersembunyi, ada pengarang lagu kebangsaan "Indonesia Raya", Wage Rudolf Supratman.

2. Gambar Tarian, Pemandangan Alam, dan Bunga Asli Indonesia
Semua uang pecahan kertas TE 2016 menampilkan paduan tarian, pemandangan alam, dan bunga yang asli Indonesia. Hal ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mempromosikan kekayaan Tanah Air. Masing-masing gambar mewakili kekayaan seni, keindahan alam, dan juga beragam flora yang ada di Indonesia.
Ini dia daftar kekayaan Indonesia yang hadir di uang TE 2016:
- Uang Rp 1.000: Tari Tifa, pemandangan alam Banda Neira, dan bunga anggrek larat.
- Uang Rp 2.000: Tari Piring, pemandangan alam Ngarai Sianok, dan bunga jeumpa.
- Uang Rp 5.000: Tari Gambyong, pemandangan alam Gunung Bromo, dan bunga sedap malam.
- Uang Rp 10.000: Tari Pakarena, pemandangan alam Taman Nasional Wakatobi, dan bunga cempaka hutan kasar.
- Uang Rp 20.000: Tari Gong, pemandangan alam Derawan, dan bunga anggrek hitam
- Uang Rp 50.000: Tari Legong, pemandangan alam Taman Nasional Komodo, dan bunga jepun bali.
- Uang Rp 100.000 : Tari Topeng Betawi, pemandangan alam Raja Ampat, dan bunga anggrek bulan.

Pecahan Uang Baru

Bank Indonesia mengeluarkan desain mata uang terbaru (Foto: Fanny Kusumawardhani)

3. Kata 'Negara Kesatuan Republik Indonesia' Gantikan 'Bank Indonesia'
Uang rupiah baru TE 2016 diberi nama uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini seperti penegas niat pemerintah untuk terus menjaga keutuhan negara dan juga keberagaman yang ada di dalamnya.

Mata Uang Baru Rp 50.000

Ilustrasi Tari Legong dan Taman Nasional Komodo hadir dalam wajah baru Rp 50.000 (Foto: Fanny Kusumawardhani)
Oleh karena itu, selain memasukkan peta wilayah Indonesia, kata NKRI juga dimasukkan dalam kata pengantar yang menjelaskan satuan nilai dengan bunyi demikian: "DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MENGELUARKAN UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI..."
Sebelumnya, kata pengantar satuan nilai itu menggunakan kata Bank Indonesia dalam kalimat: "DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BANK INDONESIA MENGELUARKAN UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI..."

4. Tanda Tangan Sri Mulyani
Uang TE 2016 juga mencantumkan tanda tangan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Hal ini dianggap sebagai simbol kedaulatan, karena ada perwakilan Bank Indonesia melalui Gubernur Agus Martowardojo dan perwakilan pemerintah, Sri Mulyani.
Sebelumnya, Gubernur dan Deputi Gubernur Senior BI yang menandatangani uang rupiah, kini, posisi Deputi Gubernur digantikan oleh Menteri Keuangan.

5. Garis Ganda di Tepi untuk Tunanetra
Salah satu peningkatan fitur yang ada di uang TE 2016 ini adalah fitur kode tunanetra (blind code). Pemerintah melakukan perubahan desain bentuk kode tunanetra berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu membedakan antar pecahan, berupa garis ganda berwarna hitam di tepi uang kertas.
Masing-masing uang pecahan kertas memiliki jumlah garis ganda yang berbeda-beda. Makin besar nominalnya, maka garis ganda tersebut semakin dikit.

Mata Uang Pecahan Baru

Mata Uang Pecahan Baru Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000 (Foto: Fanny Kusumawardhani)
Pada uang Rp 1.000, terdapat tujuh garis ganda di tepi, Rp 2.000 memiliki enam garis ganda, Rp 5.000 memiliki lima garis ganda, Rp 10.000 memiliki empat garis ganda, Rp 20.000 memiliki tiga garis ganda, Rp 50.000 memiliki dua garis ganda, dan Rp 100.000 memiliki satu garis ganda.
Cetakan dari garis hitam ini akan terasa kasar ketika diraba, sehingga dapat mempermudah tunanetra dalam mengidentifikasi uang. Di uang baru, tidak ada lagi simbol kotak, lingkaran, dan segitiga sepert di edisi sebelumnya.

6. Tekstur Lebih Terasa di Beberapa Bagian
Uang TE 2016 menggunakan teknik cetak intaglio pada kertas yang terbuat dari serat kapas. Dengan intaglio, kertas uang akan memiliki kedalaman tekstur, teks mikro, dan tinta kemanan dari desain yang siap dicetak.
Terdapat beberapa cetakan dari uang rupiah baru yang akan terasa kasar apabila diraba. Misalnya di uang Rp 1.000, bagian wajah Cut Meutia memiliki tekstur yang kasar, sama juga dengan uang Rp 2.000, wajah Mohammad Hoesni Thamrin sekitar pipi, hidung, mata, dan pelipis akan terasa kasar. Tak jauh berbeda di uang Rp 5.000, cetakan yang terasa kasar berada di bagian hidung dan mata Dr. K.H. Idham Chalid.
Beralih ke nominal yang lebih besar. Terdapat perbedaan untuk cetakan kasarnya, selain di bagian wajah, cetakan kasar juga dapat diraba pada bagian penari tradisional di masing-masing uang, yaitu untuk uang pecahan Rp 10.000, Rp 20.000, dan Rp 50.000.
Sementara untuk uang Rp 100.000, wajah Soekarno dan Hatta secara penuh memiliki tekstur yang terasa ketika diraba, juga pada bagian Tari Topeng Betawi.
Demikian beberapa keistimewaan uang rupiah baru yang ditemukan kumparan. Jika Anda menemukan keistimewaan lain, mari ceritakan di kolom komentar.

Uang BaruTeknologiRupiahKeuangan

500

Baca Lainnya