• 3

Protes Tarif Murah, Pengemudi Grab Mogok Ambil Order

Protes Tarif Murah, Pengemudi Grab Mogok Ambil Order



Seragam Baru Grabbike

Grabbike mengganti seragamnya yang dulu hijau menjadi warna emas. (Foto: Antarafoto)

Sekelompok mitra pengemudi ojek motor Grab di Jakarta melakukan mogok kerja sebagai bentuk kritik atas penetapan tarif murah dan tak jelas oleh manajemen Grab Indonesia pada Jumat (16/12).

Para mitra pengemudi hari ini melakukan aksi tidak menerima order dari penumpang. Mereka meminta manajemen Grab untuk menaikkan tarif dan lebih transparan dalam hal keuangan.

Tidak diketahui secara pasti jumlah mitra pengemudi Grab yang mogok kerja hari ini. Seorang sumber dari internal Grab berkata kepada kumparan, bahwa mitra yang mogok jumlahnya "banyak karena mitra GrabBike tidak kelihatan di banyak area hotspot seperti stasiun."

Manajemen Grab Indonesia mengaku telah menerima laporan demonstrasi dan sedang mempelajari tuntutan. Perusahaan itu berencana mengadakan forum diskusi dengan para mitra pengemudi GrabBike.

Direktur Marketing Grab Indonesia Mediko Azwar, mengatakan, pihaknya juga akan berupaya meningkatkan taraf hidup semua pihak yang bersentuhan dengan bisnis Grab, termasuk para pengemudi.

"Kami selalu terbuka terhadap umpan balik dan masukan dari para mitra pengemudi dan secara berkala mengadakan dialog dengan mereka yang memiliki peran signifikan untuk mencapai misi kami," kata Mediko Azwar, Direktur Marketing Grab Indonesia dalam pernyataan resmi.

Persaingan layanan ojek motor panggilan di Indonesia memang makin ketat sejak kehadiran UberMotor dari Uber yang beroperasi sejak April 2016. Sejauh ini pemain besarnya adalah Gojek, Grab, dan Uber.

Persaingan ketat membuat sejumlah pemain menurunkan tarif perjalanan untuk meraih pelanggan lebih banyak, tetapi di satu sisi memukul para mitra pengemudi karena uang yang didapat lebih rendah. Sementara itu perusahaan juga berupaya menekan biaya subsidi yang diberikan kepada pengemudi dan penumpang.

Grab sendiri menggelontorkan investasi terbesarnya di Indonesia dibandingkan dengan enam negara lain di Asia Tenggara.

Indonesia diprediksi akan jadi pasar transportasi online terbesar di Asia Tenggara pada 2025, dengan nilai mencapai 5,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 74,1 triliun, menurut riset Google dan Temasek Holdings. Sementara itu nilai pasar transportasi online di Indonesia pada 2015 mencapai 800 juta dollar AS atau Rp 10,5 triliun.

TeknologiStartupAplikasi MobileBangkokOtomotifBisnisGrabOjek Online

500

Baca Lainnya