• 8

Kegagalan Teknologi di 2016 yang Menarik Perhatian Dunia

Kegagalan Teknologi di 2016 yang Menarik Perhatian Dunia



Samsung Galaxy Note 7

3 varian dari Samsung Galaxy Note 7. (Foto: via Samsung.com)

Tahun 2016 merekam ragam inovasi teknologi dari berbagai belahan Bumi. Tetapi memori ini tidak melulu mengenang teknologi yang sukses diterima manusia, melainkan juga sejumlah kegagalan teknologi bahkan itu dari perusahaan raksasa.
Di balik krisis kegagalan teknologi ini, perusahaan yang mengalaminya berupaya mengatasinya dengan rapi, tetapi ada juga yang berupaya menutup-nutupi krisis tersebut.
Sebagai kilas balik, berikut beberapa kejadian kegagalan teknologi yang menarik perhatian dunia selama 2016:

Satelit Facebook Hancur di Roket SpaceX Falcon 9
Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, memiliki ide untuk membuka akses internet gratis ke beberapa negara di Afrika, Eropa, dan Timur Tengah melalui sebuah satelit. Sayang, peluncuran yang sudah di depan mata berjalan tidak semestinya.

Roket SpaceX Falcon 9

Satelit Facebook hancur di Roket SpaceX Falcon 9 (Foto: Pixabay)

Untuk perakitan satelitnya, Facebook menyerahkan mandat tersebut kepada Israel Aerospace Industries. Satelit yang diberi nama Amos-6 rupanya tidak jadi mengorbit seperti yang direncanakan, setelah uji coba roket Falcon 9 ciptaan SpaceX yang membawanya meledak di landasan peluncuran Cape Canaveral, Florida.
Kejadian tersebut membuat Mark Zuckerberg sangat kecewa, sementara sumber masalah ledakannya sendiri sampai saat ini masih diinvestigasi.

Drone GoPro Karma Kehilangan Daya Angkat
Kehadiran GoPro Karma ternyata tidak berjalan mulus karena justru malah ditarik dari pasar. GoPro mengumumkan penarikan Karma dari pasar saat Amerika Serikat sedang menghitung perolehan suara pemilihan presiden yang akhirnya dimenangkan oleh Donald Trump. GoPro seakan memanfaatkan momen itu agar tidak mendapat ekspos terlalu besar.

Drone GoPro Karma https://shop.gopro.com/karma


Masalah terletak di daya terbang. Secara tidak terduga Karma yang tengah diterbangkan berhenti berfungsi di udara dan langsung terjatuh begitu saja. GoPro mengganti drone gagal itu dengan kamera Hero5 secara cuma-cuma sebagai kompensasi ke konsumen.

Pernyataan Rasial Chatbot Tay Microsoft
Diluncurkan pada 23 Maret 2016, chatbot atau robot buatan Microsoft Research yang diberi nama Tay, langsung diajak bicara oleh banyak netizen yang penasaran. Jalur komunikasi dengan Tay salah satunya bisa dilakukan di Twitter. Tay dirancang menargetkan remaja 18 sampai 24 tahun di Amerika Serikat dengan gaya komunikasi anak muda.
Tetapi sejumlah anak muda justru mengajari Tay dengan kata-kata kasar dan rasial. Teknologi kecerdasan buatan itu memelajari apa yang diajarkan netizen dan Tay melontarkan pernyataan terkait SARA yang dinilai tidak pantas.
"Nyawa" Tay pun akhirnya tidak berlangsung lama setelah Microsoft memutuskan menonaktifkan mesin chatbot-nya itu. Microsoft menjadikan insiden ini sebagai pengalaman untuk kemudian menciptakan chatbot baru yang lebih bersih dan dewasa bernama Zo.

Fitur Autopilot Tesla Renggut Nyawa
Kecelakaan nahas yang menimpa Joshua Brown pada Mei 2016 mencoreng fitur istimewa Autopilot yang memungkinkan mobil Tesla berjalan otomatis tanpa kendali sopir. Teknologi ini disebut jadi penyebab meninggalnya Brown, sekaligus tercatat sebagai korban meninggal pertama terkait teknologi kendaraan otonom.

Tesla Model S

Tesla Model S. (Foto: Unsplash (CC0 Public Domain))

Pada saat kejadian, menurut hasil penyelidikan, Brown tengah membawa mobil listrik Model S dengan mode kendali otomatis. Namun sistem tersebut gagal mendeteksi keberadaan truk yang berada di depannya, sehingga tabrakan tidak dapat terhindarkan.
Kecelakaan ini semakin ironis bagi keluarga Brown mengingat pria 40 tahun adalah penggemar mobil pabrikan Tesla yang cukup aktif mempromosikan kecanggihan mobil listrik lewat video YouTube.

Galaxy Note 7 Terbakar
Samsung menelan pil pahit di tahun 2016 ini. Alih-alih ingin meningkatkan penjualan lewat produk premium, Samsung justru gagal menjual Galaxy Note 7 secara global karena mengalami masalah manufaktur komponen baterai.
Tidak lama setelah dijual di 10 negara, Galaxy Note 7 diterpa kabar terbakar dan meledak ketika perangkat itu sedang diisi daya baterainya. Samsung menarik 2,5 juta unit Galaxy Note 7 yang telah dijualnya.

Samsung Galaxy Note 7

Samsung Galaxy Note 7 (Foto: Dok. Youtube samsungphilippines)

Samsung telah mengganti unit baterai yang menjadi sumber masalah dan memperbarui peranti lunak, kemudian menjualnya kembali. Namun sayang, masalah baterai rentan panas dan terbakar itu masih terjadi sehingga membuat Samsung harus menghentikan produksi dan penjualannya di seluruh dunia.
Samsung diprediksi mengalami kerugian 17 miliar dollar AS atau sekitar Rp 221 triliun atas langkahnya menghentikan penjualan Galaxy Note 7, menurut analisis perusahaan finansial Credit Suisse. Itu berarti Samsung mengalami hilang penjualan sebanyak 19 juta unit ponsel dari siklus produk Galaxy Note 7.

TeknologiFacebookGadgetGalaxy Note 7Microsoft

500

Baca Lainnya