• 3

Ketahui 5 Game Assassin's Creed Terbaik Sebelum Tonton Filmnya

Ketahui 5 Game Assassin's Creed Terbaik Sebelum Tonton Filmnya



Assassin's Creed IV Black Flag

Karakter Edward Kenway terjun ke laut di game Assassin's Creed IV: Black Flag. (Foto: Ubisoft)

Film adaptasi game Assassin's Creed akhirnya tayang Rabu (21/12) di bioskop-bioskop Indonesia. Banyak penggemar serial game ini yang telah menanti aksi-aksi para Assassin dalam dunia nyata.
Game Assassin's Creed diciptakan oleh Ubisoft dan dirilis perdana pada 2007 untuk konsol PlayStation 3, Xbox 360, dan komputer pribadi (PC).
Digemari oleh banyak pemain di dunia, Assassin's Creed terus berkembang dan merilis berbagai seri dari game. Salah satu hal yang diunggulkan dari Assassin's Creed adalah cerita sejarah yang menjadi latar waktu.
Pemain akan mengendalikan tokoh-tokoh tertentu yang hidup di masa yang berbeda dari sejarah. Selain itu, sistem stealth dan pertarungan yang dinamis juga menjadi salah satu nilai plus dari Assassin's Creed. Dalam game, Assassin adalah sebuah organisasi yang menjunjung perdamaian dengan kebebasan, tanpa diciptakan oleh sistem, sementara musuhnya, Templar, menjunjung perdamaian buatan, yang mereka ciptakan dengan sistem dan aturan yang tidak memperhatikan sisi kemanusiaan.
Assassin's Creed juga memiliki ciri khas pada kemampuan Eagle Vision yang dimiliki setiap karakter dalam game dan salah satu hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan, yaitu leap of faith (melompat dari menara yang sangat tinggi ke dalam tumpukan jerami). Pastinya, hidden blade yang dimiliki setiap Assassin untuk menerkam musuh menjadi salah satu ikon dari game ini.
Lalu, apa saja game Assassin's Creed terbaik yang telah dirilis sejauh ini? kumparan merangkum 5 game terbaik Assassin's Creed yang dibuat berdasarkan gameplay, jalan cerita, karakter, dan visual yang ditawarkan. Berikut ini daftarnya:

1. Assassin's Creed IV: Black Flag
Sebuah terobosan baru diberikan Ubisoft melalui Assassin's Creed IV: Black Flag. Pada game ini, pemain dapat merasakan bagaimana sensasi menjadi seorang bajak laut di wilayah Karibia. Dirilis pada 2013, pemain akan mengendalikan seorang Assassin bernama Edward Kenway yang hidup di masa emas bajak laut.
Edward yang aslinya adalah bajak laut juga, memimpin krunya dengan kapal bernama Jackdaw untuk mengambil sebuah artefak yang juga dikejar oleh Templar. Dalam masa ini pemain akan menjumpai tokoh-tokoh bajak laut terkenal, seperti Edward "Blackbeard" Thatch, Bartholomew Roberts, Benjamin Hornigold, dan Charles Vane.


Untuk gameplay, Assassin's Creed IV mengembangkan sistem kapal yang sebelumnya ada di Assassin's Creed 3. Kali ini, kapal bisa di-upgrade, sehingga pemain bisa memperkuat kemampuan tempur Jackdaw.
Suasana game open world dalam Assassin's Creed IV akan sangat terasa, karena petanya yang sangat luas dan memiliki grafik dengan detail yang memanjakan. Kenway akan mengarungi lautan dengan tiga kota utama dalam game, yaitu Havana, Kingston, dan Nassau.
Pemain dapat melihat pemandangan-pemandangan laut, pesisir pantai, dan pertarungan antar kapal bajak laut yang seru. Setelah mengalahkan kapal musuh, pemain dapat membajak kapal tersebut, bisa mengambil material yang dibawa, menguangkannya, atau mengambil kru kapal.
Sistem berburu hewan yang sudah ada di Assassin's Creed 3 kembali dibawa dengan sebuah sentuhan yang berbeda. Bukan hanya berburu di daratan, Kenway juga bisa berburu di lautan. Terdapat beberapa jenis hewan laut yang diburu oleh Kenway di dalam game. Bahan-bahan hasil berburu ini digunakan untuk meng-upgrade peralatan yang dimiliki Kenway, seperti kostum, senjata, dan kapasitas peluru.
Selain alur cerita yang bagus dan karakter Kenway yang menarik, hal adiktif dalam Assassin's Creed IV adalah harta karun dan collectible items yang harus dikumpulkan untuk mencapai 100 persen penyelesaian.
Pemain bisa menghabiskan banyak waktu untuk menjelajahi peta dan mengumpulkan semua rahasia dalam game.

2. Assassin's Creed 2
Penampakan pertama dari karakter paling ikonik di seri Assassin's Creed, Ezio Auditore da Firenze, hadir di Assassin's Creed 2. Pada game ini, pemain dibawa ke masa Renaissance di Italia pada abad ke-15 dan awal ke-16.
Beberapa wilayah di Italia seperti Florence, Venice, Tuscany, Monteriggioni, Vatikan, dan Forli, akan dieksplorasi oleh Ezio untuk menumpas aksi-aksi Templar.
Di awal, pemain akan dikejutkan dengan kisah yang sangat tragis yang dialami oleh Ezio, di mana ia menyaksikan ayah dan kakak laki-lakinya digantung oleh Templar. Ezio bertekad untuk membalas perbuatan Templar itu dan menjadi seorang Assassin.
Game yang dirilis pada 2009 ini juga menampilkan Leonardo da Vinci versi muda, yang menjadi teman Ezio dan membantunya menciptakan peralatan-peralatan baru. Leonardo menciptakan sebuah mesin terbang yang dapat digunakan Ezio dalam game ini.


Berbeda dengan Assassin's Creed pertama, AC2 (Assassin's Creed 2) memberikan keleluasaan bagi pemain untuk berenang, menyewa beberapa kelompok NPC, seperti prajurit, pelacur, atau pencuri, yang dapat membantu Ezio dalam misi.
Ezio harus merenovasi beberapa toko di kota untuk mendapatkan uang yang dapat digunakan untuk membeli senjata, armor, dan lukisan-lukisan. Selain itu, Ezio juga akan menemukan beberapa lokasi tersembunyi untuk mendapatkan barang spesial di game.
Salah satu seri Assassin's Creed dengan jalan cerita yang takkan bisa dilupakan. Tentu pemain game ini tidak akan lupa dengan kata-kata yang biasa dikeluarkan Ezio setelah membunuh musuhnya, "Requiescat in pace."

3. Assassin's Creed Syndicate
Game yang baru saja dirilis pada tahun lalu ini membawa pemain ke dalam masa Victoria di Inggris. Kali ini pemain tidak hanya bisa memainkan satu karakter saja, melainkan dua, di mana yang satunya adalah karakter perempuan.
Assassin yang bertarung demi kedamaian dengan kebebasan, kembali berseteru dengan Templar, yang mengejar kedamaian buatan.
Dua karakter yang dimainkan dalam game ini adalah saudara kembar, Jacob dan Evie Frye. Dengan mesin yang lebih canggih, Assassin's Creed Syndicate mampu memberikan kualitas grafik yang dinamis dan tak kalah dengan game-game baru lainnya.


Jacob dan Evie akan memberikan pengalaman bagi pemain untuk merasakan bagaimana berjalan-jalan di London di masa Victoria. Di luar itu, fitur-fitur dalam game kebanyakan masih sama seperti sebelumnya. Fitur baru yang hadir di Syndicate adalah pemain bisa membuat jalur udara dengan kabel yang menghubungkan setiap gedung, naik kereta kuda, dan juga kereta
Beberapa senjata yang digunakan dalam Syndicate adalah brass knuckle, pistol revolver, pedang, dan pisau.
Jacob dan Evie dibesarkan sebagai seorang Assassin, sehingga ketika dewasa, mereka bertekad mengembalikan London dari kekuasaan Templar.
Ada beberapa hal menarik dari Syndicate, salah satunya adalah kemunculan dari pembunuh berantai yang terkenal di Inggris, yaitu Jack The Ripper. Penasaran ingin tahu seperti apa wujud Jack The Ripper di sini?

4. Assassin's Creed 3
Masuk ke era Revolusi Amerika, dalam game ini pemain akan mengendalikan karakter yang berdarah setengah Indian dan setengah Inggris, bernama Ratonhnhakéton. Untungnya, karakter ini memiliki nama panggilan yang lebih mudah diucapkan, yaitu Connor.
Connor akan menelusuri sudut kota Boston dan New York untuk mengeliminasi para Templar dengan teknik andalan dari Assassin, yaitu stealth.
Assassin's Creed 3 memberikan pengalaman pertama bagi pemain untuk memanjat pohon, bukit, dan berburu hewan, juga berlari-lari di areal bersalju dan cuaca baru, seperti berkabut dan hujan.
Di awal game, pemain akan mengendalikan karakter bernama Haytham Kenway, seorang Templar asal Inggris yang sedang melaksanakan misi di Amerika. Setelahnya ia diketahui adalah ayah dari Connor.


Untuk pertama kalinya juga pemain bisa bertindak sebagai kapten kapal di seri Assassin's Creed 3, yang dikembangkan lebih kompleks di game Assassin's Creed IV: Black Flag.
Connor memiliki kapal bernama Aquila, yang harus dikendalikan berdasarkan arah angin dan juga kecepatan, supaya bisa melalui laut dengan ombak besar, badai, dan batu karang.
Senjata andalan Connor adalah sebuah tomahawk (kapak tradisional Indian), juga panah. Sementara pertarungan jarak dekat telah dimodifikasi, Connor dapat mengalahkan banyak musuh sekaligus dengan sekali serang.
Game yang diluncurkan pada 2012 ini memberikan rasa segar bagi pemain Assassin's Creed. Bagaimana mengendalikan karakter yang tumbuh di alam liar dan menjelajahi hutan serta gunung. Ceritanya yang dipadukan dengan Revolusi Amerika, memberikan sensasi lain ketika Connor harus ikut perang sipil.

5. Assassin's Creed Rogue
Dirilis pada 2014, Assassin's Creed Rogue adalah sekuel dari Assassin's Creed IV: Black Flag dan prekuel Assassin's Creed 3. Sebenarnya dalam Assassin's Creed Rogue, gameplay tidak jauh berbeda dengan Assassin's Creed IV: Black Flag.
Dalam game ini, pemain kembali merasakan bagaimana menjadi kapten kapal, menyerang kapal lain dengan mortar, menghantam gunung es, dan mengambil alih kapal musuh.


Karakter utama, Shay Cormac, adalah seorang Assassin yang kemudian membelot menjadi Templar. Karena hatinya merasa berbeda pandangan dengan apa yang diajarkan Assassin, Cormac pun memilih menjadi seorang Templar. Biasanya pemain akan memburu para Templar di seri Assassin's Creed, tapi di sini, pemain malah akan memburu para Assassin yang mencoba membunuhnya diam-diam. Menarik bukan?
Oleh karena itu, pemain dalam Rogue dapat merasakan bagaimana menjadi seorang Templar. Sesuatu yang baru dalam seri Assassin's Creed. Meski jalan ceritanya pendek, tapi Assassin's Creed Rogue memiliki alur yang cukup kuat dan memorable.
Selain itu, peta dalam game juga cukup luas. Cormac dapat menjelajahi lautan di wilayah North Atlantic yang dingin, sehingga Cormac tidak bisa berlama-lama di dalam air. Lalu, ia juga harus membersihkan kota New York dari kontrol Assassin.
Fitur lainnya adalah Naval Campaign, di mana Cormac akan mengirim pasukannya untuk melaksanakan misi-misi laut. Lalu, ada fitur Fort dan Gang Headquarters, dalam misi sampingan ini Cormac dapat merebut markas-markas yang dikuasai Assassin dan melakukan renovasi di seluruh wilayah di peta untuk menancapkan kekuasaan Templar.

Assassin's CreedTeknologiPlayStationGameKomputer

500

Baca Lainnya