• 3

Ponsel Nokia Bangkit Kembali tanpa Cap Microsoft

Ponsel Nokia Bangkit Kembali tanpa Cap Microsoft


Ponsel fitur merek Nokia tanpa cap Microsoft akhirnya hadir di peredaran setelah HMD Global, selaku pihak yang berwenang memakai merek dagang tersebut, mengumumkan kelahiran produk pertamanya Nokia 150 dan 150 Dual SIM.

HMD mengatakan dalam siaran pers, kedua ponsel tanpa koneksi Internet itu akan dijual di pasar terpilih pada awal tahun depan seharga 26 dollar AS sebelum pajak dan subsidi lokal.

Bisnis ponsel fitur atau ponsel dasar, sejauh ini masih memiliki potensi di India, beberapa negara di Asia, dan Eropa Timur. Tentu saja ponsel macam ini tidak akan mengincar pasar negara maju.

Nokia 150

Nokia 150, ponsel fitur perdana yang diproduksi HMD Global, selaku pemegang lisensi merek perangkat mobile Nokia. (Foto: HMD Global)

Nokia 150 dan 150 Dual SIM secara fisik memiliki ukuran layar 2,4 inci, lalu dibekali fitur FM Radio dan MP3 Player. HMD menjanjikan kedua produk itu memiliki daya hidup baterai yang panjang.

HMD Global, yang berbasis di Finlandia, awal bulan ini mengambilalih penuh bisnis ponsel dasar Nokia yang sebelumnya dimiliki Nokia. Selain itu, HMD Global juga telah mencapai kesepakatan lisensi dengan grup bisnis Nokia Oyj di Finlandia untuk membawa merek ponsel pintar Nokia ke pasar pada tahun 2017.

Namun, HMD belum menentukan kepastian waktu rilis ponsel pintar merek Nokia. Mereka sempat menjanjikan untuk melahirkan ponsel pintar Nokia pada semester pertama 2017.

Perusahaan HMD Global dipimpin oleh Arto Nummela sebagai CEO. Ia adalah seorang veteran Nokia yang hengkang setelah Microsoft mengambil alih unit bisnis Nokia.

Nokia dahulu merupakan pemimpin global dalam bisnis ponsel namun gagal melakukan pergeseran di era ponsel pintar yang kini dikuasai Samsung, Apple, dan sejumlah produsen China.

Sekelumit Cerita Merek Nokia

Nokia menjual unit bisnis ponsel dan layanan kepada Microsoft pada April 2014 senilai 7,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 79 triliun. Nokia memilih fokus pada bisnis penyedia infrastruktur dan jaringan telekomunikasi.

Microsoft sempat merilis sejumlah ponsel pintar dan ponsel fitur bermerek Nokia. Namun, pada akhirnya merek Nokia tak digunakan lagi pada lini ponsel pintar, berganti menjadi Microsoft Lumia.

Pada Mei 2016, Microsoft menjual unit bisnis ponsel fiturnya, yang berasal dari Nokia, kepada FIH Mobile asal Vietnam sebesar 350 juta dollar AS. FIH Mobile merupakan anak perusahaan Hon Hai Precision Industry (Foxconn) yang berbasis di Vietnam.

Logo HMD Global

HMD Global menjadi perusahaan pemegang lisensi perangkat mobile Nokia untuk 10 tahun ke depan sejak 2016. (Foto: HMD Global)

Tak lama setelah pengumuman itu, grup bisnis Nokia melisensikan hak merek dan kekayaan intelektualnya kepada HMD Global untuk membuat tablet dan ponsel bermerek Nokia selama 10 tahun ke depan.

Pengumuman itu dibarengi dengan kesepakatan HMD Global dan FIH Mobile untuk menjalankan bisnis perangkat mobile merek Nokia secara global.


Teknologi InternetLifestyle

500

Baca Lainnya