• 3

Samsung Siapkan Software Pembunuh Galaxy Note 7

Samsung Siapkan Software Pembunuh Galaxy Note 7


Setelah menghentikan produksi dan penjualan Galaxy Note 7 di seluruh dunia, Samsung akhirnya mengungkap niat untuk benar-benar "membunuh" ponsel jumbo itu melalui pembaruan peranti lunak (software).

Samsung mengatakan pembaruan itu akan dirilis di Amerika Serikat pada pertengahan Desember ini untuk mencegah konsumen melakukan pengisian daya baterai dan tetap memanfaatkannya sebagai ponsel. Dengan kata lain langkah ini akan membuat Galaxy Note 7 menjadi barang yang tidak berguna lagi.

Samsung Galaxy Note 7

Samsung Galaxy Note 7. (Foto: Mohi Syed (CC0 Public Domain))

Perusahaan asal Korea Selatan itu mengatakan telah lebih dari 93 persen Galaxy Note 7 di Amerika Serikat telah dikembalikan dalam program pertukaran. Itu berarti ada sebagian kecil Galaxy Note 7 yang masih di tangan konsumen.

Galaxy Note 7 mengalami masalah manufaktur komponen baterai yang membuatnya rentan meledak saat sedang diisi daya. Laporan Galaxy Note 7 terbakar datang dari Amerika Serikat, Korea Selatan, sampai Australia.

Samsung memutuskan untuk berhenti menjual Galaxy Note 7 pada Oktober 2016, setelah melakukan perbaikan pada komponen baterai dan menjualnya kembali, tetapi laporan insiden baterai terbakar masih terjadi pada ponsel itu.

Larangan keras terhadap Galaxy Note 7 telah datang dari banyak negara dan lembaga, termasuk larangan membawanya dalam penerbangan pesawat.

Samsung diprediksi mengalami kerugian 17 miliar dollar AS atau sekitar Rp 221 triliun atas langkahnya menghentikan penjualan Galaxy Note 7, menurut analisis perusahaan finansial Credit Suisse. Itu berarti Samsung mengalami hilang penjualan sebanyak 19 juta unit ponsel dari siklus produk Galaxy Note 7.

Teknologi AndroidLifestyle

500

Baca Lainnya