Pencarian populer
USER STORY
27 Februari 2018 16:41 WIB
0
0
Banyak Celah, Resolusi Gencatan Senjata PBB Tak Hentikan Rezim Suriah
Tragedi Ghouta (Foto: AFP/AMER ALMOHIBANY)
Pada Sabtu (24/2), Dewan Keamanan (DK) PBB sepakati gencatan sejata di Suriah, berlaku selama 30 hari. Namun tiga hari setelah kesepakatan tersebut disahkan, wilayah Ghouta Timur masih dibombardir rezim pemerintahan Bashar al-Assad.
Ghouta Timur, yang sebagian besar wilayahnya dikuasai faksi pejuang Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army/FSA) dan Jaysh al-Islam (Army of Islam), hingga hari ini masih dihujani bom, rudal, dan artileri. Data dari Syrian Observatory Human Rights menyatakan sedikitnya 550 orang tewas sejak dimulainya serangan sepekan lalu.
Tidak sampai di situ, Daily Sabah melansir pada Senin (26/2) bahwa pasukan militer Assad juga menggunakan gas klorin. Sumber dari Pemerintah Interim Suriah---pemerintah alternatif bentukan kelompok oposisi, mengatakan bahwa para korban sipil, supir ambulans, dan warga setempat lainnya dapat mencium bau klorin setelah ledakan terjadi.
Serangan gas klorin ini menargetkan Al-Shifaniyah, salah satu kota kecil di Ghouta Timur, di mana pejuang oposisi di wilayah tersebut berusaha menghalau upaya invasi pasukan militer pemerintah sejak Senin. Serangan ini melukai 18 orang.
Serangan militer Assad sempat berhenti selama lima jam pada Selasa (27/2), dari pukul 09.00 - 14.00, atas perintah Putin untuk memberikan waktu bagi evakuasi warga dari lokasi yang menjadi titik serangan misil udara.
Namun, resolusi DK PBB tiga hari lalu seakan tak ada mempannya bagi rezim pemerintahan Suriah. Memang banyak celah dalam kesepakatan ini. Tidak tercantum waktu yang spesifik kapan tepatnya gencatan senjata mesti dilakukan, hanya ada statement "tanpa penundaan", serta mengecualikan gencatan senjata dengan kelompok-kelompok yang terkait Al-Qaeda di Ghouta seperti Komite Pembebasan Syam---biasa disingkat dengan H.T.S.
Sedangkan kelompok pejuang Jaysh al-Islam meminta PBB menjadi perantara pengusiran H.T.S., sebab keberadaannya dapat dijadikan alasan Assad untuk menyerang wilayah Ghouta.
Juru bicara Jaysh al-Islam, Mohammad Alloush lewat akun Twitternya, seperti yang dilansir New York Times, mengatakan, "Keberadaan H.T.S. di pinggiran salah satu kota di Ghouta bukan sebuah alasan untuk membakar seluruh Ghouta dan membunuh 400.000 warga sipil."
Tulisnya juga, kelompok terkait Al-Qaeda ini juga telah siap keluar dari pertumpahan darah di Ghouta, namun rezim malah menutup jalur keluar.
Tragedi Ghouta (Foto: AFP/Hamza AL-AJWEH)

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: