Amerika Serikat Akan Sanksi Sejumlah Perusahaan Hong Kong dan UEA, Kenapa?

Segala informasi soal bisnis, mulai rumor pasar hingga kabar terbaru dunia bisnis.
Konten dari Pengguna
8 Juli 2022 14:06
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Amerika Serikat. Foto: Lindsey Wasson/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Amerika Serikat. Foto: Lindsey Wasson/REUTERS
ADVERTISEMENT
Amerika Serikat atau AS akan memberlakukan sanksi pada sejumlah perusahaan Hong Kong dan Uni Emirat Arab (UEA). AS menuduh mereka membantu dalam pengiriman dan penjualan produk minyak dan petrokimia Iran ke Asia Timur.
ADVERTISEMENT
Tindakan itu memberikan tekanan kepada Teheran ketika Washington berusaha untuk menghidupkan kembali Iran pada kesepakatan nuklir 2015. Menurut Departemen Keuangan AS, perusahaan itu menggunakan jaringan terdepan yang berbasis di Teluk untuk memfasilitasi pengiriman dan penjualan ratusan juta dolar produk Iran ke Asia Timur termasuk China.
“Sementara Amerika Serikat berkomitmen untuk mencapai kesepakatan dengan Iran yang mencari pengembalian timbal balik untuk mematuhi Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, kami akan terus menggunakan semua otoritas kami untuk menegakkan sanksi atas penjualan minyak bumi dan petrokimia Iran,” jelas Brian Nelson, Wakil Menteri Keuangan untuk terorisme dan intelijen keuangan diberitakan South China Morning Post.
AS juga semakin menargetkan perusahaan-perusahaan China atas ekspor petrokimia Iran karena prospek menghidupkan kembali pakta nuklir yang telah meredup. Di Doha, Qatar, pekan lalu, melalui pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington berakhir tanpa terobosan tentang bagaimana menyelamatkan kesepakatan, di mana Iran telah mengekang program atomnya.
ADVERTISEMENT
Perusahaan Jam Petrochemical Co yang berbasis di Iran dituduh Washington mengekspor produk petrokimia ke perusahaan-perusahaan di seluruh Asia Timur, banyak di antaranya dijual ke Iran Petrochemical Commercial Co yang disetujui AS untuk pengiriman ke China.
Selain itu, Edgar Commercial Solutions FZE, yang berbasis di Uni Emirat Arab, juga diduga membeli dan mengekspor produk petrokimia dari perusahaan Iran dan ditargetkan terkena sanksi untuk pengiriman ke China.
Washington mengeklaim perusahaan tersebut menggunakan perusahaan yang berbasis di Hong Kong, Lustro Industry Limited yang juga menyembunyikannya dalam pembelian massal produk petrokimia.
Disebutkan bahwa kilang-kilang China selama dua tahun terakhir telah membeli minyak Iran dalam jumlah besar, meskipun ada sanksi AS terhadap ekspor minyak negara itu.  Minyak adalah sumber kehidupan ekonomi Iran, dan impor China telah membantu menjaga Teheran tetap bertahan.
ADVERTISEMENT